Dukung Walikota Surabaya untuk Penutupan Dolly…

Pro Kontra Penutupan Lokalisasi DOLLY terbesar Se-ASia Tenggara pada tanggal 18 Juni oleh Pemerintaj Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kementrian Sosial Republik Indonesia, Drug Free Community bersikap MENDUKUNG PENUTUPAN Lokalisasi apapun di Kota Surabaya khususnya dan Indonesia Umumnya..

Alasannya

1. Penularan HIV dan AIDS terus bertambah tanpa terkendali karena pekerja seksual yang positif HIV tidak juga dapat dikontrol

2. Keberadaan lokalisasi sama dengan memberikan peluang perempuan-perempuan dilacurkan

3. Hak Azasi Manusia para pasangan yang setia dan anak-anak yang akan lahir direnggut oleh HIV dan AIDS

4. Lokalisasi bak Akuarium Asusila merusak MORAL generasi muda

5. Keberadaan Lokalisasi signifikan dengan pertumbuhan pemabuk, pecandu, perdagangan manusia, dan kriminalitas lain

6. Kemiskinan bukan alasan untuk menjadi Pelacur dan atau Mucikari

 

Pada tanggal 15 Juni 2014, Drug Free Community akan melakukan aksi dukungan penutupan Lokalisasi bersama Green Nurses Corp dan Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya. Acara akan diselenggarakan dalam event rutin Ngamen dari Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya, di depan Hotel Majapahit, saat acara Car Free Day hari Minggu….

 

leaflet

 

 

Memoar Jay dan Ray… Kisah ADHA yang Kesepian…

Sepenggal kisah anak-anak yang kesepian yang terampas keceriaannya oleh HIV..

Mereka terlahir tanpa meminta untuk memilikinya di dalam aliran darahnya..

Mereka tidak pernah tahu mengapa harus bertahan sendiri…

Mereka tanpa pernah mampu memanggil Ayah atau Ibu…

Mereka yang keloak matanya bicara sejuta tanya mengapa dan mengapa…

 

Jay, terlahir dari sebuah perselingkuhan mausia dewasa yang tergoda syahwat…

Lahir tanpa tersebut nama sang ayah dalam akta kelahirannya…

Pilu telah mengakrabi saat usia baru beranjak dua tahun saat sang bunda pergi…

Menginjak usia tiga tahun sang ayah puntak mampu mendampingi lebih lama…

Virus-virus itu merenggut semua senyum dan keceriaannya..

Merenggut ayah bundanya tanpa pernah mampu membuatnya berjalan apalagi berlari…

Terbaring sunyi dengan tubuh ringkihnya bersama satu bunda yang lain…

Tersembunyi dari tatapan-tatapan mata yang bertanya… mengapa dan mengapa…

Sang Bunda meski pernah tersakiti hatinya… ikhlas mencintai dalam derai air matanya…

Hingga akhirnya Allah lebih menicintainya untuk mengangkat ke surga Nya…

 

Terbaring di RSUD DR Soetmo ditemani Relawan DFC Restu Rahayu

Terbaring di RSUD DR Soetmo ditemani Relawan DFC Restu Rahayu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ray…. kisah yang serupa… dari mereka yang terenggut dari bahagia..

Terhempas dari pelukan ayah dan bunda…

Hanya menikmati masa satu tahun kelahirannya…

Hanya sedikit rang yang rela memberi cinta kasih…

Satu tahun yang tak mampu dinikmati dengan indah…

Hanya membisu hingga hingar bingar IRD menjadi tempat terakhir denyut nafasnya..

 

 

Entahlah… satu demi satu Jay dan Ray terlahir tanpa terhenti….

Entahlah… satu demi satu harus bertahan dalam sepi tanpa ayah bunda…

Entahlah… mereka sampai kapan bisa terus bertahan hidup nersama warisan yang tak pernah habis…

Entahlah… meski kini ada yang mampu bertahan di uang tahunnya yang ke enam belas…

Semoga Allah terus memberi mereka kesempatan untuk bertahan tanpa sakit..

Semoga Allah membka cahaya-cahaya terang yang mengusir sepi dan gelap mereka…

Semoga Allah memberikan mereka hadiah-hadiah indah yang dititipkan pada hamba-hambaNya…

Semoga kita berkenan berbagi untuk mereka…

 

 

Mila Machmudah

 

ALDA untuk ADHA

Advokasi Kesehatan untuk Anak-anak Termarginalkan…

 

Diawali pertengahan tahun 2013 Drug Free Community mendampingi Dika pasien anak dengan kasus AIDS yang ditinggal kedua orang tuanya meninggal. Berlanjut dengan kisah anak balita yang menderita tumor mata, orang tua dalam kondisi miskin. Pada awal tahun 2014, DFC dimita tolong oleh ORCIKS (Organisasi Cinta Kasih Surabaya) mitra kerjasama peduli anak-anak termarginalkan di bantaran Kalimas Jalan Ketabangkali, yang terkait anak dampingannya harus mendapatkan perawatan kesehatan di RS dikarenakan menderita gangguan paru-paru. Alhamdulillah dampingan ORCIKS dapat dirawat di RSUD Dr Soetomo dengan status terlantar maka semua biaya dijamin oleh negara. Akhir Bulan Maret Restu Rahayu salah satu relawan DFC merujukkan pasien anak positif HIV dari Jombang ke RSUD Dr. Soetomo. Bulan Mei, kembali ADHA dampingan DFC meninggal dunia hanya sempat semalam di IRD

Isma... Adik dampingan ORCIKS...

Isma… Adik dampingan ORCIKS…

Memperhatikan hal-hal tersebut DFC sebagai lembaga yang peduli masalah narkoba dan AIDS yang memiliki Tim Advokasi Kesehatan di RSUD Dr Soetomo berpikir untuk memiliki Tim khusus menangani advokasi masalah kesehatan anak-anak yang termarginalkan, melengkapi tim yang sudah ada. Tim Advokasi Kesehatan untuk Anak-anak Termarginakan ini hanya khusus menangani masalah advokasi pasien anak, baik yang postif HIV maupun yang tidak. Mereka adalah Restu Rahayu (Ayu), Danu Marmansyah, dan Dwi Ratna Kurnia (Nay).  Restu Rahayu yang akrab dipanggil Ayu selain menjadi Koordinator Advokasi Keszehatan secara keseluruhan, juga memiliki tanggung jawab pendampingan pasien anak postif HIV & AIDS (ADHA). Danu Marmansyah bertanggung jawab untuk teknis operasional saat pasien menjalani rawat inap. Sedangkan Dwi Ratna yang lebih akrab dipanggil Nay lebih fokus untuk anak-anak marginal dan atau berkebutuhan khusus di luar pasien ADHA..

Atas kerja sama yang baik baik secara internal DFC maupun dengan pihak Kelurahan Dr Soetomo selaku penanggungjawab wilayah dimana Sekretariat Drug Free Community berada, sangat kooperatif mendukung keperluan birokrasi pengurusan anak-anak dampingan kami,  Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai Penanggung jawab Rekmendasi Surat Keterangan Terlantar untuk mendapatkan Jaminan Biaya Pengobatan dari Pemerintah, Dinas Kesehatan yang selalu mendukung relawan-relawan kami untuk mendapatkan akses kesehatan di bawah naungannya, dan RSUD Dr Soetomo yang cukup kooperatif membantu pelayanan pasien-pasien dampingan kami. Pekerjaan pendampingan tida selamanya lancar, ada beberapa oknum pegawai yang kadang menghambat, tetapi secara keseluruhan masih dapat dipahami sebagai sebuah mispersepsi di dalam memahami peraturan yang ada.

Mila Machmudah

Danu Marmansyah mengurus Surat Rekmendasi dari Dinas Sosial untuk mendapatkan Jaminan Pembiayaan Pengobatan

Danu Marmansyah mengurus Surat Rekmendasi dari Dinas Sosial untuk mendapatkan Jaminan Pembiayaan Pengobatan

Surat Terantar.. Rekomendasi dari Dinas Sosial untuk jaminan Pembiayaan Pengobatan

Surat Terantar.. Rekomendasi dari Dinas Sosial untuk jaminan Pembiayaan Pengobatan

Koordinasi antara Restu Rahayu dan MBak Endang Rini di Sekretariat Drug Free Community

Koordinasi antara Restu Rahayu dan MBak Endang Rini di Sekretariat Drug Free Community

Benarkah Orang Miskin/Terlantar Dijamin Negara???

Berikut ini kelanjutan kisah si Cantik Isma, adik dampingan kakak-kakak ORCIKS (Organisasi Cinta Kasih Surabaya)

Setelah Isma masuk di Ruang BONA 2, esok paginya kakak-kakak ORCIKS berbagi tugas, ada yang kirim makanan buat adik-adik Isma di rumah kecilnya di perkampungan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara) Simpang Dukuh. Ada kak Yunita yang bertugas mengurus Surat Keterangan Terlantar untuk persyaratan mengurus jaminan kesehatan di pengendali ASKES/BPJS.

Tahap pertama adalah mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Keterangan Terlantar kepada Kelurahan setempat domisili pasien, perkampungan TPS Simpang Dukuh masuk ke dalam Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng. Hari Senin, Senin, 26 Januari2014, Kak Yunita dengan semangat pagi datang ke Kelurahan Genteng, tetapi sayang ternyata pihak Kelurahan belum tersosialisasi dengan baik bagaimana mekanisme pembuatan jamkesmas versi pasien miskin terlantar/tidak beridentitas. Orang tua adikIsma kebetulan memiliki KK terdaftar di Kelurahan Mojo, tetapi Isma dan adik-adiknya belum memiliki akte kelahiran dan tentunya tidak terdaftar di KK orang tua. Saat di Kelurahan Genteng Kak Yulia diarahkan ke Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng. Masih dengan semangat Kak Yulia datang ke Kelurahan Mojo, sayangnya Surat Keterangan Terlantar yang dibuat terjadi kesalahan. Surat keterangan terlantar adalah untuk orang-orang yang tidak memiliki identitas, di Kelurahan Mojo disebutkan yang mengajukan permohonan adalah Ibunya dengan identitas lengkap dan menyatakan anaknya terlantar. Pada tahap ini Kakak-kakak ORCIKS akhirnya menyerah karena waktu juga yang harus diperhitungkan.

Pengalaman DFC mengurus permohonan Surat Keterangan Terlantar dari Kelurahan memang butuh sosialisasi lebih dulu pada perangkat Kelurahan karena tidak semua perangkat kelurahan dan atau Lurahnya memahami prosedur/mekanisme pengurusan jaminan kesehatan buat orang-orang terlantar.  Selasa, 27 Januari 2014, Kak Fajar kembali lagi ke Kelurahan Mojo untukmemperbaiki redaksional Surat tersebut, sayangnya Lurahnya sedang tidak ada di tempat dan baru akan datang jam 3 sore. Isma masuk RS hari Sabtu, rasanya terlalu lama kalau harus menunggu Lurahnya datang setelah jam3, artinya akan ada waktu tertunda satu hari lagi. Semangat Kakak-kak ORCIKS perlu mendapatkan pujian, meski baru pertama kali mengurus surat dan ada kendala tetap semangat untuk mempelajarinya lebih lanjut. Selanjutnya karena terbentur waktu yang harus cepat pengurusan surat terlantar tersebut akhirnya dilakukan Kak Fajar dibantu DFC secara langsung.

Kami datang ke Kelurahan Dr. Soetomo tempat dimana Sekretariat DFC berdomisili, kami menyebutkan sebagai dampingan DFC tujuannya untuk memudahkan prosedur yang diburu waktu. Alhamdulillah dalam waktu kurang setengah jam Surat Keterangan Terlantar dari Kelurahan sebagai pengantar untuk mendapatkan Surat Keterangan Terlantar dari Dinas Sosial Kota Surabaya. Selanjutnya kami datang ke Dinas Sosial Kota Surabaya di jalan Kedungsari untuk minta Surat Keterangan Terlantar Dinas Sosial sebagai pengantar ke pengendali ASKES/BPJS. Kami datang membawa Surat dari Kelurahan dan foto copy Surat Keterangan Rawat Inap, alhamdulillah kurang dari satu jam surat dari Dinas Sosial Kota Surabaya sudah selesai.

Surat Keterangan Rawat Inap untuk Pengantar ke Kelurahan dan Dinas sosial Kota

Surat Keterangan Rawat Inap untuk Pengantar ke Kelurahan dan Dinas sosial Kota

Surat Keterangan Terlantar dari Dinas Sosial Kota Surabaya

Surat Keterangan Terlantar dari Dinas Sosial Kota Surabaya

Setelah surat dari Dinas Sosial selesai kami membawanya ke RSUD Dr. Soetomo untuk diajukan ke pengendali ASKES/BPJS esok paginya. Hari Rabu 28 Januari 2014, dibantu Cak Die Relawan Kesehatan DFC akhirnya Surat Jaminan Kesehatan Nasional untukpasien terlantar atas nama adik Isma selesai, Surat ini akan berlaku seterusnya untuk pengobatan adik Isma sampai sembuh, berikutnya untuk kontrol-kontrol pemulihan dan atau bila sakit semuanya dijamin oleh Negara.

Tidak sulit untuk mengurus jaminan kesehatan bagi orang miskin dan atau terlantar, memang butuh sedikit kesabaran untuk melakukan advokasi pada pihak-pihak terkait yang belum cukup memahami mekanisme penerbitan Surat Jaminan Kesehatan bagi masyarakat miskin/terlantar. Tulisan selanjutnya akan membahas secara detail kiat-kiat mengurus surat jaminan kesehatan bagi orang miskin dan terlantar, pastikan diri kita ikhlas menjadi relawan bagi sesama kita.

Bagi yang berminat untuk belajar lebih kongkrit bagaimana mengurus surat jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan terlantar silahkan kontak kami di 0818 505 404

Mila Machmudah

UUD 1945

UNDANG-UNDANG DASAR

NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PEMBUKAAN

( P r e a m b u l e)

Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Siapa bilang orang miskin/terlantar ditolak Rumah Sakit….

Seringkali kita membaca berita bahwa ada Rumah Sakit menolak pasien miskin berobat karena tidak mampu menyediakan uang muka biaya pengobatan. Seringkali kita juga mendengar kabar kabar bahwa orang miskin memilih berobat ke dukun dari pada ke Rumah Sakit karena tidak punya uang. Banyak cerita pasien miskin di Rumah Sakit sering mendapatkan perlakuan yang berbeda disbanding pasien umum. Tidak sedikit kita juga dipertontonkan orang-orang sakit jiwa yang dipasung atau dirantai karena keluarga sudah tidak mampu membiayai pengobatannya.

UUD 1045 Pasal 34 secara jelas menyebutkan bahwa orang miskin dan terlantar dipelihara oleh Negara. Bagaimana sesungguhnya implementasi program tersebut secara nyata di masyarakat. Apakah benar Negara sudah melaksanakan perintah UUD tersebut. Dalam konteks hukum dan perundang-undangan sudah ditetapkan Undang Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24 Tahun 2012 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 1 Januari 2014 adalah awal diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Bagaimana dengan pelaksanaan di lapangan???

Dalam tulisan ini tidak akan dibahas berita-berita yang pernah diterbitkan dari berbagai media. Kami akan bercerita kejadian yang kami lihat sendiri, sederhananya tulisan ini adalah sebuah testimoni. Drug Free Community sudah cukup sering menangani kasus pasien terlantar sejak tahun 2012. Awalnya memang banyak kendala, berjalannya waktu kami belajar dari berbagai kendala dan memperbaiki koordinasi dengan pihak terkait, akhirnya kami mendapatkan kemudahan dan kemudahan.

Kali ini kami akan menulis kasus yang baru saja terjadi, 26 Januari 2014.

Jam 16.30 WIB, kami mendapatkan telpon dari Kak Fajar relawan ORCIKS (Organisasi Cinta Kasih Surabaya), mengabarkan bahwa salah satu adik dampingannya sakit panas batuk kurang lebih 3 minggu dan akan di bawa ke Rumah Sakit. Kami katakana padanya untuk segera membawa ke IRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan bilang ke bagian loket bahwa pasien adalah warga miskin/terlantar dampingan LSM dan meminta untuk dapat PIUTANG. Sengaja kami tidak segera menuju IRD karena kami ada relawan yang memang 24 jam siaga di RSUD Dr. Soetomo bila dibutuhkan, agar Kak Fajar bisa melakukan advokasi mandiri. Setengah jam kemudian ada telpon lagi dari Kak Fajar yang mengatakan sudah sampai di IRD dan anak yang sakit sudah ditangani dokter jaga tanpa satu rupiah pun bayar. Cerita Kak Fajar dia langsung diberikan berkas status untuk diserahkan ke Dokter yang menangani pasien setelah cukup mengatakan bahwa pasien adalah warga miskin dampingan LSM dan akan diurus Surat Miskin/Terlantarnya hari Senin, 28 Januari 2014. Tahap satu pendaftaran pasien dilewati Kak Fajar dengan mudah tanpa biaya tanpa jaminan.

Sebelum cerita lebih lanjut, sekilas tentang ORCIKS adalah satu komunitas anak muda yang memiliki kepedulian untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak marginal yang berada di sekitar Taman Prestasi Jalan Ketabang Kali Surabaya. 1 Januari kemarin tepat 3 Tahun mereka eksis secara mandiri membiayai kegiatan-kegiatannya. Mereka setiap Sabtu dan Minggu mendampingi belajar dan memberikan ketrampilan-ketrampilan di Taman Prestasi. Adik-adik dampingan mereka sekitar 50 anak mulai dari belum sekolah sampai anak usia SMA. Mereka membahasakan diri pada adik-adiknya dengan sebutan Kakak, mereka ada sekitar 20 Kakak.

ORCIKS 2013... indahnya kebersamaan Kakak-kakak yang indah hatinya bersama adik-adik dampingan yang cantik dan ganteng

ORCIKS 2013… indahnya kebersamaan Kakak-kakak yang indah hatinya bersama adik-adik dampingan yang cantik dan ganteng di Taman Prestasi Surabaya saat HUT ORCIKS ke-2

Kembali ke kasus, adik kecil mereka yang sakit adalah Isma umur 11 tahun, kelas 4 SD segera ditangani paramedis di IRD seperti pasien-pasien yang lain tanpa ada diskriminasi perlakuan pada pasien dan atau keluarga pasien. Tahap kedua adalah menebus resep dan tindakan-tindakan medis lainnya. Setelah melakukan observasi awal dokter memberikan resep yang harus segera ditebus, pergilah Kak Fajar ke apotik dan kami hanya melihat dari belakang setelah menerangkan cara menebus resep yaitu dengan membawa berkas status pasien. Tidak lama kemudian Kak Fajar datang dengan membawa obat dan alat yang diperlukan untuk tindakan medis selanjutnya. Tahap Kedua menebus resep berhasil juga dilewati oleh Kak Fajar tanpa biaya tanpa jaminan.

Isma... Adik dampingan ORCIKS...

Isma… Adik dampingan ORCIKS… Senyum semangat untuk sembuh…

Selanjutnya pasien menjalani perawatan dengan diagnose TB dan harus opname dengan berbagai tindakan medis yang diperlukan. Sekitar Minggu dini hari pasien dipindahkan di ruang rawat inap anak Bona 2 RSUD Dr. Soetomo tanpa harus membayar satu sen pun ke kasir IRD. Ketika pasien masih dirawat di IRD kakak-kakak ORCIKS yang lain datang untuk berkunjung dan BELAJAR bagaimana mengakses pengobatan bagi masyarakat miskin/terlantar yang dijamin oleh Negara. Ada Kak Eko, Kak Indra, Kak Nay, Kak Intan, Kak Yulia, Kak Hita, dan Kak Yunita. Dari Drug Free Community ada saya dan Danu Marmansyah, selain Fasilitator di DFC Danu adalah salah satu Penasihat di ORCIKS. Tahap Ketiga pasien meninggalkan IRD dan masuk ruang rawat inap masih tanpa biaya dan tanpa jaminan.

dari kiri ke kanan... Mas Danu Marmansyah Fasilitato DFC dan Penasihat ORCIKS, MIla Machmudah Leader DFC, dan Kak Fajar pendamping dari ORCIKS...

dari kiri ke kanan… Mas Danu Marmansyah Fasilitato DFC dan Penasihat ORCIKS, MIla Machmudah Leader DFC, dan Kak Fajar pendamping dari ORCIKS…

Pagi hari Kak Fajar yang masih setia mendampingi pasien dan keluarga diberi resep obat untuk ditebus di apotik Rumah Sakit. Datanglah Kak Fajar ke apotik, sampai disana Kak Fajar menyerahkan resep dan bicara ke petugas apotik bahwa pasien adalah warga miskin/terlantar dampingan LSM. Kali ini Kak Fajar gagal menebus obat, bukan karena harus bayar tetapi Kak Fajar tidak memiliki ID Card LSM. Segera Kak Fajar menghubungi Cak Di relawan kami DFC yang memang siaga di UPIPI 24 Jam. Empat relawan kesehatan kami memang dilengkapi ID Card dan Surat Tugas terkait dengan program kerja kami ADVOKASI Kesehatan di RSUD Dr. Soetomo. Segera Cak Di meluncur ke apotik anak yang kebetulan jaraknya cukup dekat dengan UPIPI. Tahap Keempat menebus obat saat pasien sudah di ruang rawat inap dapat diselesaikan tanpa biaya tanpa jaminan tetapi harus dengan menunjukan ID Card.

Cak Di... Relawan Kesehatan DFC

Cak Di… Relawan Kesehatan DFC

Bagaimana dengan kakak-kakak ORCIKS yang lain???? Setelah proses belajar singkat di IRD, ada pembagian tugas di antara mereka. Sebagian besok Hari Senin akan mengurus Surat Keterangan Terlantar untuk mendapatkan Jaminan Sosial Kesehatan, dimulai dari Kelurahan setempat adik Isma tinggal yaitu Kelurahan Ketabang Kali untuk mendapatkan Surat Keterangan bahwa pasien benar berdomisili terakhir di sekitar daerah Ketabang Kali/Simpang Dukuh. Selanjutnya Surat Keterangan tersebut akan dibawa ke Dinas Sosial Kota Surabaya untuk mendapatkan Surat Keterangan Terlantar yang dipergunakan untuk pembebasan biaya Rumah Sakit. Setelah mendapatkan Surat Keterangan terlantar dari Dinas Sosial Kota Surabaya maka surat akan dibawa ke pengendali ASKES/BPJS.

Bagaimana kisah kakak-kakak ORCIKS yang indah hatinya mengurus surat-surat tersebut akan kami ceritakan berikutnya….

ORCIKS - Semen Gresik ORCIKS Berkreasi dengan Barang Bekas ORCIK Romadhon 2013