Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Berikan Mereka Jarum Suntik Sekalian Putawnya

15 Komentar

Pengguna putauw di Rutan Medaeng bakal mendapat fasilitas khusus. Rencananya, jarum suntik masuk ke hotel prodeo di Jalan Letjen Sutoyo, Waru, Sidoarjo, tersebut khusus untuk pengonsumsi narkoba jenis putauw.

Rencana tersebut masih memasuki tahap persiapan. Kemarin, tim Direktorat Bina Khusus Narkotika Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menyurvei Rutan Medaeng. Survei dilakukan untuk melihat lapangan sebelum rencana itu betul-betul disosialisasikan.

Tujuannya, mencegah persebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik. Sebab, pengguna putauw biasanya menggunakan jarum suntik bergantian. ”Teknisnya belum tahu. Kami masih melihat kondisi lapangan, memungkinkan atau tidak,” ujarnya. Menurut dia, Rutan Medaeng merupakan salah satu percontohan.

Jawa Pos 18 Pebruari 2009

LOGIKA apa yang digunakan????

Kami juga peduli terhadap masalah penanggulangan penularan HIV/AIDS tapi bukan seperti ini penyelesaiannya. Masalah dari dampak peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba bukan cuma semata penularan HIV/AIDS. Masalah narkoba adalah masalah kejahatan Internasional yang merusak segala sendi kehidupan, pranata sosial, meningkatnya prostitusi, meningkatnya angka putus sekolah dan PHK, meningkatnya kriminalitas, tersedotnya ekonomi masyarakat, kerusakan OTAK PERMANEN SDM Bangsa ini, dan masalah-masalah gangguan kesehatan. Semua itu akan mengancam ketahanan dan integrasi Bangsa dan Negara ini.

Dalam 10 tahun terakhir pecandu narkoba merupakan faktor resiko tinggi penularan HIV/AIDS, tetapi bila kita baca trend statistik (sumber data dari Departemen Kesehatan) justru prosentase faktor resiko IDU menurun… puncaknya di tahun 2004-2006..

Awal tahun 1990-2000 dunia medis di Indonesia di”banjiri” pasien hepatitis, mereka pikir penularannya sebatas virus hepatitis ABCD…  padahal peradangan hati termasuk yang disebabkan pengkonsumsian obat-obatan berlebihan juga disebut hepatitis. Masyarakat dibuat ketakutan hingga merasa perlu untuk melakukan imunisasi, yang pada saat itu cukup mahal. Riset pernah dilakukan sekitar tahun 1998-1999 di sebuah tempat rehabilitasi narkoba di Jakarta ditemukan 80% residennya menderita hepatitis.

Mulai tahun 1999 mulai trend pecandu narkoba terinfeksi HIV/AIDS, mengapa mereka trendnya begitu meningkat drastis dan kembali turun ????

Penularan terbesar HIV adalah dari darah dan cairan kelamin, pecandu narkoba melakukan dua perilaku beresiko sekaligus dalam hidupnya, yaitu paparan dari lewat jarum suntik dan seks bebas berganti-ganti pasangan. Mengapa mereka bisa meledak di empat tahun terakhir kemudian menurun, apakah semata keberhasilan program ganti jarum suntik????. Mengabaikan kerja kami dari aktifis anti narkoba, yang sampai berbuih menjelaskan bahaya narkoba????

Awal penggunaan heroin di kalangan menengah atas adalah dibakar dan dihirup asapnya, istilahnya adalah ngedragon. Cara seperti ini jelas dianggap terlalu mahal karena heroin banyak terbuang. Untuk kalangan menengah ke bawah mereka menggunakan cara disuntik karena tidak ada yang terbuang dan bisa dipakai secara bersamaan, istilahnya pahe (paket hemat rame-rame).

Pecandu narkoba jenis putaw adalah pecandu yang memiliki resiko tinggi sakaw bila terputus dari obat/putaw, sehingga alokasi biaya hidup mereka dominan untuk ketersediaan putaw, bahkan mereka akan melakukan kegiatan kriminal dan atau prostitusi untuk memperoleh uang. Kondisi seperti ini jelas bahwa asupan gizi mereka tidak diperhatikan diperparah lagi gaya hidup mereka yang jauh dari gaya hidup sehat. Asupan gizi yang buruk dan gaya hidup tidak sehat jelas mempercepat masa inkubasi HIV menjadi AIDS.

Kami dari aktifis anti nakoba untuk penanggulangan masalah AIDS di kalangan pecandu putaw dan atau pecandu jenis lain jelas menyatakan STOP.. STOP… dan STOP!!! Tidak ada orang mati karena sakaw…!!! Pasang badan (sakit) kurang dari seminggu… mengapa harus diberi kelonggaran-kelonggaran hanya semata tidak tertulari HIV…

Kalau mau cek relationship di kalangan pecandu putaw yang masih hidup dan terinfeksi HIV, mereka adalah komunitas yang pada masa-masa pakawnya saling mengenal artinya mereka bisa dibilang satu generasi (satu dekade), sebagian besar temannya sudah go public (almarhum), mereka bisa dibilang mendapatkan keajaiban. Bahasa sadisnya mereka tinggal sisa-sisa yang hidup. Saat ini pecandu narkoba dari jenis putaw trendnya sudah mulai menurun, yang marak sekarang adalah sabhu dan ekstacy. Mereka juga adalah beresiko karena mereka juga berperilaku resiko tinggi yaitu seks bebas berganti-ganti pasangan.

Masalah narkoba adalah masalah kecanduan bukan semata kerusakan secara fisik/medis melainkan utamanya adalah masalah kepribadian (psikis dan sosial). Mereka sangat manipulatif, mereka akan memanfaatkan setiap kelonggaran-kelonggaran yang diberikan kepada mereka untuk mempertahankan “kenyamanan” hidup mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang kalah dalam menjalani hidupnya, gagal di sekolah, gagal di pekerjaan, gagal di keluarga, dan gagal di kehidupan sosial. Bukan memanjakan mereka dengan memfasilitasi apa yang membuat mereka kalah dan terpuruk, tetapi justru yang harus kita lakukan mengeluarkan mereka dari kecanduannya… segera atau kita terlambat menyelamatkan karena mereka telah mati.

Berdasarkan FGD dan depth interview dengan komunitas pecandu dijelaskan oleh mereka bahwa sekitar 70% dari mereka pecandu adalah merangkap sebagai pengedar, selain untuk memperoleh uang untuk membeli narkoba sekaligus untuk menjamin ketersediaan narkoba bagi diri sendiri. 99,99% pecandu terlibat seks bebas berganti-ganti pasangan. Apakah ini bukan MASALAH???

Kami juga peduli dengan masalah HIV/AIDS.. Kalau bisa STOP mengapa ditunda???

Dengan STOP pakai Narkoba bukankah berarti lebih efektif STOP HIV/AIDS juga????

BERIKAN MEREKA JARUM SUNTIK SEKALIAN PUTAWNYA…

DAN KITA AKAN LIHAT KAPAN MEREKA SEGERA MATI!!!


BERIKAN MEREKA KONDOM SEKALIAN PELACURNYA…

DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA MEREKA AKAN HANCUR!!!


BILA JARUM SUNTIK DAN KONDOM ADALAH SOLUSI…

REVOLUSILAH PRANATA NILAI-NILAI KITA…

DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA NEGARA INI AKAN TERJUAL!!!

Penulis Mila Machmudah Djamhari, S.Sos.

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

15 thoughts on “Berikan Mereka Jarum Suntik Sekalian Putawnya

  1. Semua jalan keluar pasti memiliki cara yang berbeda-beda guna meraihnya….
    Tinggal bagaimana menempuhnya….

    Pakai kendaraan kaki, motor atau becak dll,
    semua itu pasti memiliki keuntungan dan konsekwensi masing2, tergantung dari mana sudut pandang melihatnya.

    Suka

    • yup… setiap langkah pasti mengarah ke satu tujuan yang telah ditentukan… dan tujuan itu tidak selalu sama… tergantung perspektif dan nilai-nilai yang diyakini…

      Suka

    • menanggapai persoalan NAPZA dan HIV/AIDS cukup menarik untuk di bicarakan terlebih-lebih untuk sama2 mencari solusi yang baik serta jalan keluar yang bijak dan mampu untuk melihat masalah ini dari banyak sisi, mengenai adanya program HARM REDUCTION di mana saat ini telah ada 6 puskesmas yang memberikan layanan jarum suntik sreril serta pendistribusian kondom kepada kelompok penasun atau pengguna jarum suntik merupakan langkah dalam meminimalkan perilaku beresiko, saya sangat setuju apabila bandar dan pengedar akan mendapatkan sanksi yang cukup berat karena logika gampangnya tidak mungkin ada pembeli kalau tidak ada penjual, yang cukup menggelitik buat saya dengan tulisan saudara di atas muncul pertanyaan dalam pikiran saya yang pertama ; apakah dengan kita tidak memberikan kondom lalu membuat orang tidak akan melakukan hubungan sex..?? lalu tentang pembagian jarum suntik steril bukannya dengan cara potong kompas seperti ini maka penularan yang terjadi pada komunitas penasun akan berkurang karena menurut pikiran saya bahwa dengan adanya program jarum suntik steril itu juga tidak akan membuat orang yang bukan pencandu akan menjadi pecandu…karena ini merupakan langkah yang baik dan efektif dalam menurunkan angka penularan HIV/AIDS pada komunitas penasun dan ini yang sedang di laksanakan oleh teman-teman LSM HR selama kurang lebih dari 1 dekade..saya cukup memaklumi apa yang menjadi pikiran saudara bahwa sebetulnya perbedaan itu indah asalkan kita sama – sama tahu maksud dan tujuan kita yang sebenarnya bukannya dengan cara meminimalkan kerusakan dan kehancuran dari efek NAPZA adalah hal yang perlu kita sama – sama amini..semoga tulisan ini akan menjadi bermanfaat serta membuka wacana kita ke depan..

      salam setengah merdeka

      aktivis HR

      Suka

      • Salam…
        Sebelumnya terima kasih telah singgah di blog kami…

        Buat kami sederhana saja, setiap pendapat seseorang relatif benar tergantung perspektif masing-masing. Kami sudah banyak menulis alasan-alasan mengapa kami menentang program HR tentunya kami juga merasa benar dari perspektif kami. Aktivis HR silahkan melaksanakan programnya tidak ada hak kami membatasi atau bahkan melarang. Kami yang tidak setuju HR juga memiliki hak untuk menulis, mensosialisasikan, dan mengkampanyekan “ketidaktepatan” HR.

        Negara dalam hal ini Kemenkes dengan medianya puskesmas menjalankan program HR ya silahkan karena kami juga tahu itu program titipan donatur luar. Program HR bukanlah UU yang harus kami ikuti. Kami akan mendukung program pemerintah selama itu tidak bertentangan dengan prinsip dan perspektif kami.
        Mungkin kita memiliki VISI yang sama tetapi yang pasti MISI kita berbeda. Biarkan masyarakat yang menilai dan memilih yang terbaik untuk hidupnya.

        Selamat beraktifitas…

        Suka

  2. BERIKAN MEREKA JARUM SUNTIK SEKALIAN PUTAWNYA…

    DAN KITA AKAN LIHAT KAPAN MEREKA SEGERA MATI!!!

    BERIKAN MEREKA KONDOM SEKALIAN PELACURNYA…

    DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA MEREKA AKAN HANCUR!!!

    BILA JARUM SUNTIK DAN KONDOM ADALAH SOLUSI…

    REVOLUSILAH PRANATA NILAI-NILAI KITA…

    DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA NEGARA INI AKAN TERJUAL!!!

    terima kasih atas doanya, semoga kami dan teman – teman ODHA lain yang berlatar belakang Pecandu cepat MATI karena HIV.. sayang sekali seorang aktivis (katanya) mengungkapkan seperti ini. saya jadi melihat orang suci adalah orang yang gak pernah make dalam perjalanan hidupnya, namun gak tau klo di usia nanti dia jadi pecandu (mungkin anda). mungkin saya masih baru 9 tahun di dunia adiksi dan penanggulangan HIV untuk terus bertahan clean. Dan baru kali ini saya menemukan statement seorang aktivis. belajarlah lebih banyak tentang HAM ya… klo anda memang seorang aktivis bukanlah stigma yang harusnya menjadi pembelajaran bagi orang lain.. oh iya, penulis kayaknya bukan background pecandu juga ya? karena cara nulis “bahasa junky” berbeda arti dengan yang ada di kalangan pecandu..

    CNK

    Suka

    • Artikel ini jelas bukan ditujukan untuk para pecandu… Tulisan ini ditujukan untuk pembuat kebijakan… tulisan ini justru berangkat dari keprihatinan kita terhadap apa yang terjadi pada pecandu… untuk mengetahui dunia pecandu tidak perlu penulis menjadi seorang pecandu pula… BETUL sekali bahwa penulis artikel ini bukan seorang pecandu…
      Pertanyaan bagi pecandu.. apakah dengan pemberian jarum suntik menjadikan anda berhenti dari ketergantungan narkoba??? apa akar masalah anda sebagai pecandu??? hanya sekedar tidak terjadi penularan HIV atau hepatitis… atau justru ketergantungan itu sendiri… bila anda diberi jarum suntik bagaimana anda membeli putawnya??? bagaimana cara anda membelinya??? bukankah sekarang justru yang terjadi adalah subutex kalian inject ke tubuh kalian sebagai pengganti putaw… dan apa yang terjadi??? kematian pembuluh darah pecah karena terjadi penggumpalan.. siapa yang menyediakan jarum suntik dan putaw??? apakah dia lebih mengenal HAM dari pada kami…
      Anda menilai hanya dari satu tulisan yang jelas bukan ditujukan khusus untuk anda… silahkan baca tulisan atau puisi-puisi lain yang semuanya kami persembahkan untuk teman-teman pecandu dan ODHA… sebuah doa untuk kalian berhenti pakai… untuk kalian semangat meraih mimpi…
      Sahabat sejati tidak akan pernah membiarkan sahabatnya terus terjerumus meskipun itu atas nama HAM, membiarkan sahabatnya terus pakai sedangkan ada pilihan yang lebih baik yaitu pasang badan dan total berhenti…
      Sahabat sejati dia akan rela ditampar ataupun dipukul untuk dapat menarik tangan temannya yang memilih masuk jurang…

      Salam… kami bukan musuhmu… meskipun yang kami katakan keras untukmu… pilihan ada didiri kalian sendiri… bukan di kami…

      Suka

      • BERIKAN MEREKA JARUM SUNTIK SEKALIAN PUTAWNYA… DAN KITA AKAN LIHAT KAPAN MEREKA SEGERA MATI!!!

        (Jawab: HIDUP itu adalah PILIHAN seseorang. Jadi kalau seseorang mau cepat mati, apa PEDULI kalian??? toh juga orang-orang itu (para pecandu), tidak hidup dan mencari makan dari kalian dan komunitas kalian bukan,.. jadi biarlah mereka mati, semakin banyak yang MATI maka pengguna dan penikmat narkoba akan HABIS dengan sendirinya,.. so, what’s a life?)

        BERIKAN MEREKA KONDOM SEKALIAN PELACURNYA… DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA MEREKA AKAN HANCUR!!!

        (jawab: beruntunglah kalian yang tidak menjadi pelacur dan tidak pernah melacurkan badan kalian demi sesuap nasi. Saya tidak pernah melacur dan menjadi pelacur, tetapi saya punya banyak sahabat pelacur perempuan.

        Kalimat kalian seolah-olah mengatakan bahwa PROFESI PELACUR itu SAMPAH dan TIDAK BERGUNA, tapi harap kalian tahu, bahwa tidak sedikit PELACUR Indonesia di tahun 1942-1948 yang menjadi mata-mata PEJUANG untuk mengetahui informasi kekuatan pasukan BELANDA dan persenjataan yang bisa direbut, hingga Indonesia bisa merdeka.

        Dari mereka saya menjadi tahu bahwa menjadi Pelacur adalah PILIHAN PROFESI. menurut hemat saya, selama pemerintah cq Departemen Tenaga Kerja TIDAK BISA MENYEDIAKAN PEKERJAAN YANG LAYAK, maka tidak sedikit perempuan yang menjadi PELACUR.

        Karena betapa susahnya hidup di negeri yang pemimpinnya hanya memikirkan auratnya sendiri tanpa pernah mau memikirkan kemiskinan penduduk di negeri yang kaya raya ini???
        Yang saya tahu dan saya lihat, mereka (para pelacur) juga BEKERJA PROFESIONAL, dan mereka TIDAK EGOIS, karena apa yang mereka lakukan (melacurkan diri) adalah untuk MENGHIDUPI, dan MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK mereka juga, agar anak-anak mereka MENJADI GENERASI PENERUS BANGSA,

        Saya punya kawan mantan pelacur yang anaknya sekarang menjadi pengusaha genteng di kota kecil di ujung timur pulau Jawa. Sejak anaknya lulus S1 ia telah berhenti melacur dan itu di usia 49 tahun. dan selama hampir 30 tahun ia menjalani Profesi sebagai PELACUR untuk menghidupi keempat anak-anaknya, karena dia single parent dan tidak punya suami.

        Jika bicara soal penularan HIV/AIDS, hasil penelitian terbaru di Jembrana (salahsatu Kabupaten di Bali) menyebutkan bahwa PELACUR masuk dalam angka statistik terendah dalam penularan HIV/AIDS melalui hubungan SEKSUAL. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa penyumbang HIV/AIDS terbesar justru dari SUAMI/PACAR (58%), PELACUR (25%) –(SEKSUAL) dan sisanya (13%) barulah pengguna narkotika jarum suntik

        Kalau Gerakan ANTI NARKOBA menyatakan diri berhasil, seharusnya MALU, karena fakta dilapangan MASIH SAJA ada PELAJAR kelas II SMP yang menggunakan NARKOBA sebagai coba coba dan masih saja ada orang-orang yang menggunakan narkoba dalam sepuluh tahun terakhir :)

        (KEBERHASILAN HARM REDUCTION–> Ada fakta dilapangan bahwa tidak semua pengguna narkoba jarum suntik itu pengidap HIV/AIDS dan program HR adalah utk menghambat lajur penularan HIV/AIDS dari pengidap kepada pengguna narkoba jarum suntik yang belum tertular HIV/AIDS akibat penggunaan JARUM secara bersama-sama)

        BILA JARUM SUNTIK DAN KONDOM ADALAH SOLUSI… REVOLUSILAH PRANATA NILAI-NILAI KITA… DAN KITA AKAN LIHAT BAGAIMANA NEGARA INI AKAN TERJUAL!!!

        (Jawab: MORALITAS adalah salah satu pilihan HIDUP, jika kalian mau belajar CULTURE STUDIES, maka kalian akan memahami AKAR PERSOALAN SOSIAL, termasuk peredaran NARKOBA, dan SUDAH PASTI jawaban persoalan sosial dan NARKOBA terletak pada persoalan HUKUM, karena sesuai data BNN, 80% yang mengisi penjara-penjara kita adalah PECANDU dan bukan BANDAR yang di BACK-UP aparat PENEGAK HUKUM (Polisi, Hakim dan Jaksa).

        Selama para penegak hukum masih MENJADI PELIHARAAN PARA BANDAR, maka sudah pasti semua jenis NARKOBA tetap akan ada di jalanan hingga pelosok desa di negeri ini.
        Kalau kalian anti narkoba maka kalian seharusnya MEREVOLUSI ISI KEPALA kalian bahwa yang namanya POLISI, JAKSA dan HAKIM yang KORUP adalah PROFESI-PROFESI TETAP MEMBIARKAN BANDAR bebas BERKELIARAN,

        Kalau kalian ANTI-NARKOBA, BERSIHKAN DULU institusi KEPOLISIAN, HAKIM dan JAKSA dari KKN dengan para BANDAR, dengan begitu maka NISCAYA persoalan peredaran
        NARKOTIKA dijalanan akan BERES!!!

        Bila MORALITAS adalah SOLUSI, maka itu semakin menunjukkan FAKTA bahwa para MORALIS (para penegak moral, pendeta, kiayi dll) telah GAGAL melakukan TUGAS-TUGAS SOSIAL dan MORALNYA DI NEGERI ini sehingga ayat-ayat suci dalam kitab-kitab suci dari semua agama tidak DIMINATI oleh generasi muda.

        Persoalan NARKOBA adalah persoalan SOSIAL, persoalan peredaran narkoba adalah persoalan HUKUM yang KORUP dan persoalan PECANDU (KECANDUA) adalah persoalan MEDIS dan PSIKOLOGIS.

        buatlah sesederhana mungkin dengan merubah CARA BERPIKIR kalian, terapkan motto dalam komunitas kalian “BIARLAH PECANDU itu MATI SENDIRI dengan CARA MEREKA sendiri karena itu adalah PILIHAN mereka, kalian TIDAK BERHAK melarang orang untuk mati atau hidup karena itu adalah HAK ASASI personal para PECANDU,.. ”

        Jangan Pernah memaksakan MINDSET kalian kepada para pecandu, karena pecandu belum tentu butuh dan sepakat dengan mindset kalian yang ANTI-HARM REDUCTION itu,.. :)

        menjadi PELACUR adalah HAK dan PILIHAN SESEORANG akan HIDUPNYA karena dia tidak punya pilihan lain,.. menjadi PELACUR dan PECANDU bukanlah cita-cita mereka semasa kecil dulu, dan HARM-REDUCTION tetap menjadi salahsatu PILIHAN untuk melanjutkan sisa hidup mereka yang membutuhkan

        piss :)

        Suka

      • Salam untuk Saudara Bintang…

        Seperti anda berhak meyakini sesuatu dan mengkampanyekan… mengapa kami tidak berhak meyakini hal yang beda dengan anda dan mengkampanyekan dengan cara kami juga…???

        Anda bicara soal advokasi hukum… anda pikir karena kami tidak melakukan litigasi kepada para pecandu yang terkena kasus hukum maka anda pikir kami lebih memihak aparat hukum, yang tersebut kontrinutor terbesar masalah peredaran gelap narkoba.
        Kami disini sejak 2001 dalam bendera GRANAT mengibarkan PERANG terhadap pengedar/bandar dan aparat penegak hukum yang bermain. Investigasi, monitoring proses peradilan para bandara hingga harus berhadapan dengan bodyguard mereka dan ancaman-ancaman dicelakakan, demo penegak hukum, pengrebekan ke diskotik-diskotik, sampai advokasi amandemen UU tentang narkotika. Hasilnya mungkin sekarang kalian yang menikmati, vonis pecandu bukan penjara melainkan rehabilitasi. Berlaku hukuman minimal bagi para pengedar dan bandar. BNN memiliki kewenangan penyelidikan dan penyidikan.

        Kemiskinan tidak menjadi pembenaran seseorang menjadi pelacur atau kriminal. Pelacur dalam makna bahasa adalah orang yang menjual dirinya untuk uang/sesuatu. Penulis juga lahir dari keluarga miskin, juga pernah makan nasi karak, nyatanya seorang ibu tidak perlu melacurkan diri dan seorang bapak tidak perlu untuk menjadi maling untuk menyekolahkan 10 anak-anaknya, 7 diantaranya adalah sarjana.

        Kami meyakini bahwa harm reduction bukan solusi tepat penanggulangan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba maka kami memiliki kewajiban mengkampanyekan apa yang kami yakini, apa itu salah. Memaksa???? tidak ada yang memaksa siapapun untuk mengikuti apa yang kami pahami dan yakini karena itu hak personal, termasuk kami tidak pernah memaksa pecandu mengikuti keyakinan kami. Hidup itu pilihan!!!

        Kami kampanye menggunakan uang kami sendiri, hak kami menyuarakan keyakinan kami. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, itu sah-sah saja tidak masalah buat kami.

        Suka

  3. Yang dibutuhkan korban napza adalah Vonis Rehabilitasi bukannya penjara, karena penjara membuat pengguna tidal mendapatkan pendidikan mengenai adiksi, bahkan seperti kita kethaui peredarag gelap narkotika dipenjara sudah jadi rahasia umun, mengapa harus diberika putawnya juga? Korban napza juga punya hak untu tidak tertutalar dan menularkan Virus jika menggunakan jarum suntik steril, menurut kami, sekalian diberikan putawnya adalah sesuatu yang tidak manusiawi karena mempunyai niat agar Korban napza cepat mati, bukankah itu sama saja membunuh? dan tak ada bedanya dengan Bandar gelap napza… karena hanya menginginkan anak bangsa terus terbunuh,,,

    Suka

    • Pertanyaannya : tujuan diberikan jarum suntik steril kepada pecandu untuk apa???
      Jawabannya : agar mereka menggunakan jarum suntik bersih yang tidak ada virusnya, sehingga mereka tidak tertular dan menularkan HIV
      Pertanyaan lagi : Jarum suntik sterilnya diisi apa???
      Jawabannya : pastinya putaw…
      Pertanyaan lagi : yang kasih putaw siapa???
      Jawabannya : ya silahkan beli sendiri
      Pertanyaan lagi : beli putawnya pakai uang siapa???
      Jawabannya : silahkan cari sendiri????

      Pertanyaan lain : Mengapa orang menggunakan jarum suntik bergantian???
      Jawabannya : karena beli putawnya urunan
      Pertanyaannya : kenapa koq urunan????
      Jawabannya : karena duitnya ga cukup

      Itu dialog sederhana… silahkan dimaknai…
      Tulisan di atas artinya bukan kami yang memberikan putaw… program kami STOP dan STOP..
      seperti kata anda “sekalian diberikan putawnya adalah sesuatu yang tidak manusiawi karena mempunyai niat agar Korban napza cepat mati, bukankah itu sama saja membunuh”

      Sekalian berikan putawnya adalah bahasa sindiran bagi pengambil kebijakan pemberian jarum suntik karena logikanya jarum suntik itu satu paket dengan putaw. Karena putawnya tidak disediakan maka mereka menggunakan subutex sebagai pengganti putaw untuk disuntikkan ke tubuh, maka yang terjadi adalah kematian karena pecah pembulu darah akibat penggumpalan zat di darah. “Seperti anda bilang tak ada bedanya dengan bandar gelap napza.. hanya menginginkan anak bangsa terus terbunuh…”

      Suka

  4. Bukannya selama ini konsep Stop Drugs!! digunakan dan ternyata tidak cukup efektif!!…mengingat kondisi dan situasinya peredaran, penggunaan dan stigma terus kental!!!….
    Bila usul ini ditujukan bagi pembuat kebijakan jangan korbankan korban napza dan ODHA!!!….
    selalu ada jalan terbaik yang menguntungkan semua pihak…

    Suka

    • Masalah narkoba bukan semata HIV/AIDS… masalahnya sangat kompleks masalah kejahatan terorganisir yang bisa menghancurkan negara ini, seperti tersebut dalam tulisan kami di atas.

      Justru karena kita peduli terhadap korban narkoba dan ODHA maka kami ada…

      Suka

  5. Untuk semua yang telah membaca dan memberikan komentar pada tulisan di atas, sekedar informasi singkat bahwa DFC adalah organisasi yang didirikan secara swadaya oleh sebagian besar pernah menjadi pecandu dan sebagian lagi adalah ada keluarga dan atau sahabatnya yang menjadi pecandu. Jadi tidak benar kami melakukan stigma kepada pecandu dan ataupun ODHA…. karena mereka juga bagian dari kami….

    Terima kasih telah mengunjungi blog kami…

    Suka

  6. mas dapet duit juga ya dari BNN kayak lembaga saya? terus berjuang.. STOP DRUGS..!!! sampai ketemu di pertemuan onderbouw BNN bulan depan ya.. STOP DRUGS…!!!

    Suka

    • Duit dari BNN????? ah yang bener???? bisa koq dicek langsung ke BNN.. apa ada nama kami terima duit dari BNN… Jangankan BNN, BNP dan BNK pun ga ada kita berurusan dengan mereka kasih duit ke kita, atau dinsos manapun yang ada data pernah kasih duit ke kita… maaf ya Mas.. kayaknya salah organisasi deh… he he he he…

      Kayaknya ada kesepakatan bersama nich buat kasih komentar khusus pada artikel ini. Setiap hari saya selalu cek data statistik blog ini, 2 hari terakhir ada lonjakan cukup tinggi untuk yang akses pada artikel ini, yang semua perujuknya dari email. Selamat datang buat semuanya…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s