Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Biarkan hati yang menjawab…

2 Komentar

Saat lapar dan hausnya… pernahkah terasakan….
Saat gelisah dalam balutan dingin malam… pernahkah terpikirkan…
Saat mimpi hanya sejengkal tatap mata… pernahkah tersinggahkan…

Memungut serakan sampah mengambil yang tersisa…
Menjumput serpih demi serpih remah makanan untuk tetap bertahan…
Bergulat dengan terik berpeluh tanpa mampu mengeluh…
Menggigil saat langit deras mengguyur bumi…
Tiada pilihan hanya mampu menengadah tanpa doa terkatakan…

Menggeliat pasrah diterjang hasrat yang tak henti menghantam…
Perih yang tiada pernah terobati..
Luka demi luka tergores bagai pahatan abstrak perupa…

Bila masa boleh berbilang…
Mengapa mereka tiada musnah tergilas roda jaman…
Memandangpun enggan apalagi bersapa…
Layakkah mereka untuk terus bersama dalam satu bumi…

Mengapa harus peduli…
Mengenalpun tidak apalagi bersaudara…
Mengetuk gubuk-gubuk bersarang tikus…
Menyisihkan dari gelimang harta dan kesenangan…
Menyentuh wajah-wajah tirus berdebu…
Mengotori jemari dengan noda yang terinfeksi..

Mengapa harus peduli…
Biarkan hati yang menjawab…

Surabaya, 8 Maret 2010

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

2 thoughts on “Biarkan hati yang menjawab…

  1. Good! Aku suka puisinya ;-D

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s