Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Bilakah kita terus berdiam…

Tinggalkan komentar

Jasad terbujur kaku…
Membisu menyimpan pilu…
Terbuang dari teman hati yang membeku..
Mengiris luka tanpa darah seorang ibu…

Lepas usia kanak menuju remaja…
Tersesat… terjebak… terjerumus tanpa daya..
Habiskan waktu tanpa memiliki asa…
Hidup tiada mampu menjauh dari jarum-jarum neraka…

Setiap tarikan nafas terhembus…
Setiap tatapan mata menembus…
Hanya kesia-siaan yang tak mampu dia hapus…
Langkah yang selalu lunglai pun telah pupus…

Sampai kapan semua tetap diam membisu…
Membiarkan terus tanpa langkah berlaku…
Satu.. dua… seribu anak pergi dalam sendu…
Dan kita hanya diam memaku…

Saat ini mungkin bukan sanak saudara kita..
Mereka pun bukan teman ataupun sahabat…
Bila itu kita tiada perlu peduli…
Kelak bila buaian hati tersesat…
Air mata darahpun tak akan mampu mengembalikan…

Akankah kita berbuat…
Saat yang tercinta yang kita miliki berkata…
AKU SAKIT…. AKU SAKAW….!!!

Bilakah kita terus berdiam???????

Catatan:
Puisi ini untuk seorang remaja putri yang “dibuang” oleh teman-temannya sekarat dan mati over dosis
Di Surabaya, 10 Maret 2010…
Tenanglah engkau dalam keabadianmu…

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s