Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

DFC Vs. After Care Mahameru Jawa Timur

2 Komentar

Sosialisasi Konsultasi, Informasi, dan Advokasi Rehabilitasi Pecandu

Sosialisasi Konsultasi, Informasi, dan Advokasi Rehabilitasi Pecandu Kerja Sama After Care Mahameru Jawa Timur dan Drug Free Community

Sebelumnya saya minta maaf bila tulisan ini akan menyinggung beberapa pihak terkait. Saya Mila Djamhari baik sebagai pribadi dan sebagai Leader DFC perlu merasa membuat tulisan ini untuk memberikan konfirmasi atas beberapa berita yang tersebar luas di kalangan LSM peduli Narkoba di Jawa Timur khususnya di Surabaya, perihal keterlibatan saya dan DFC di After Care Mahameru Jawa Timur. Mengapa saya HARUS menggunakan media terbuka karena selama ini semua berita meluas tanpa pernah satu pihak pun ada itikad untuk konfirmasi pada saya secara langsung, dengan media ini saya berharap bisa menjadi penjelasan secara umum.

Bulan Oktober 2009 saya diundang oleh BNP untuk menghadiri pertemuan After Care di Irba 7 Surabaya. Pada saat tersebut ternyata ada pergantian pengurus After Care Jawa Timur, yang saya tidak mengerti alasannya. Saat itu Koordinator After Care menyatakan mengundurkan diri sebagai koordinator dengan alasan kesibukan. Singkat kata terbentuk pengurus baru. Pada saat itu saya juga ditawari untuk duduk sebagai pengurus, tetapi saya menolak karena; pertama saya bukan pecandu (eks), kedua saya adalah Leader DFC organisasi swadaya dan independen, dan ketiga saya adalah fasilitator pemberdayaan masyarakat (konsultan) maka posisi saya jelas bukan sebagai komunitas yang menjadi sasaran dari program pemberdayaan. Atas dasar itu maka saya dan DFC lebih memposisikan diri membantu apapun sebatas kemampuan yang kami miliki.

Perjalanan waktu After Care Jawa Timur pada kondisi kritis, mulai dari masalah keuangan, masalah ancaman terusir dari rumah yang menjadi sekretariat, pengurus yang saling lempar tanggung jawab, sampai mundurnya pembina After Care. Selama ini saya sadar bahwa keberadaan saya di After Care tidak diharapkan oleh pihak-pihak tertentu karena saya pernah membuat tulisan di FB yang mengatakan bahwa After Care hanya semata sebagai proyek. Meskipun keberadaan saya tidak dikehendaki tetapi oleh beberapa pengurus saya masih dimintai bantuan. Tujuan awal saya hanya ingin melihat sejauhmana implementasi program after care sebagai program Nasional di dalam keberlanjutan program terapi dan rehabilitasi pecandu. Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat dan sebagai wujud nyata kerja DFC saya tidak ingin program Nasional ini gagal dan hancur.

Ketika ada masalah tersebut saya tidak melihat baik pembina maupun orang-orang dan atau LSM-LSM yang dulu terlibat pembentukan After Care ini peduli dan mendampingi menyelesaikan masalah. Semua hanya saling lempar tanggung jawab bahkan tuduhan-tuduhan yang menyudutkan beberapa pihak. Sebuah program pemberdayaan bila dianggap gagal maka tanggungjawab kegagalan tersebut tidak serta merta hanya dilimpahkan kepada pengurus semata, apalagi di dalam internal pengurus justru juga saling menyalahkan. Kegagalan program pemberdayaan adalah juga kegagalan pembina yang memiliki kewenangan dan tugas mengawal program. Orang-orang yang terlibat sebagai pendiri dan juga terlibat manfaat pada saat pelaksanaan program mestinya juga punya tanggung jawab moral untuk membantu menyelesaikan masalah.

Permasalahan yang banyak disorot adalah masalah penggunaan keuangan pembinaan dari BNN tahun anggaran 2009 yang diduga disalahgunakan oleh beberapa pengurus, hanya menjadi bahan untuk menyudutkan semata tanpa ada solusi. Justru yang terjadi adalah memindahkan inventaris After Care ke BNK yang seharusnya adalah ke BNP karena After Care Jawa Timur adalah program yang berada di wilayah kewenangan BNP Jawa Timur. Alasan pemindahan inventaris termasuk komputer, yang saat itu sedang dibutuhkan untuk menyusun laporan adalah takut “diamankan” oleh beberapa pengurus. Tuduhan yang lain adalah bahwa mereka diduga mengkonsumsi kembali narkoba.

Mengganti pengurus adalah hal yang paling gampang, tetapi bukan itu substansi pemberdayaan. Mestinya semua saling introspeksi bahwa kegagalan After Care adalah kontribusi dari semua pihak. Permasalahan keuangan, setelah saya diijinkan mereka untuk membantu penyusunan laporan keuangan yang diminta BNN, saya melihat masih dalam batas wajar dan bisa dipertanggungjawabkan. Mereka benar menggunakan uang pembinaan dari BNN tetapi secara hukum mereka juga tidak bisa disalahkan. Alokasi uang pembinaan dari BNN adalah untuk dana pembinaan Konselor Adiksi sebesar Rp.850.000/bulan untuk tiap pengurusnya. Di dalam catatan kas bon hampir semua pengurus melakukan pinjaman bila dikonversikan menjadi dana pembinaan maka menjadi impas. Pembagian dana pembinaan mungkin bisa dianggap tidak merata tetapi bila dari sisi keadilan atas beban pekerjaan dan keaktifan mereka di dalam menjalankan program maka bisa dikatakan wajar dan adil.

Pemanfaatan alokasi Dana Pembinaan After Care tahun anggaran 2009:

  1. Operasional Sekretariat (seperti perbaikan sekretariat, listrik, dll)
  2. Administrasi (ATK, print, Foto Copy, dll)
  3. Pelatihan Broadcast dan Sablon
  4. Konsumsi NA tiap minggu
  5. Event (Launching Sekretariat, Aksi Dukungan ARV, MRAN, Peserta Festifal Film Indie)
  6. Tunjangan Pembinaan (termasuk transport dan biaya komunikasi) pengurus/Konselor Adiksi
  7. dll.

Saya tahu betul bahwa SPJ Dana Pembinaan After Care tahun anggaran 2009 bunyinya adalah diperuntukan untuk dana pembinaan konselor adiksi, maka bila ada pihak-pihak yang memaksa HARUS pengurus After Care membuat Laporan Keuangan detail kegiatan After Care tahun berjalan 2010 adalah mengada-ada. Sebagai proses pembelajaran dan tanggung jawab mereka atas pemanfaatan dana tersebut maka saya membantu mendampingi mereka untuk menyusun laporan seperti yang diminta. Laporan detail pemanfaatan keuangan akan disampaikan ke BNN melalui BNP. Bagi siapapun yang merasa perlu melihatnya silahkan mengkonfirmasi kepada pihak BNP karena bukan kapasitas saya dan atau After Care untuk laporan dan tembusan kepada pihak-pihak di luar BNN dan BNP.

Soal tuduhan mengkonsumsi kembali saya kembalikan kepada logika semua pihak, siapakah yang harusnya paling bertanggungjawab. Dalam konsep rehabilitasi versi manapun yang namanya potensi pecandu relaps kemungkinan besar adalah YA dan itu menjadi taruhan sepanjang hidupnya. Pengurus dan anggota after care konsepnya adalah pecandu yang selesai rehabilitasi karena after care adalah program kelanjutan. Seseorang yang sudah pasti memiliki potensi untuk menyalahgunakan keuangan untuk mengkonsumsi narkoba diberikan uang puluhan juta tanpa pengendalian dan program yang jelas. Seharusnya mereka merasa gagal untuk memotivasi dan mendampingi pecandu untuk tetap terus berhenti bukan malah sebaliknya menjadikan mereka TERDAKWA. Bila semua pihak gencar berkata bahwa pecandu adalah KORBAN apakah saat ini pecandu yang jadi pengurus After Care ini bukan juga KORBAN, korban dari program yang tidak dikawal dengan benar.

After Care Mahameru tidak bisa dikatakan gagal juga karena selama kurun waktu Oktober 2009- Juli 2010 telah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan:

  1. Ikrar Anti Narkoba dan Perkenalan After Care Jatim ke Publik, Nopember 2009
  2. Narcotic Anonymouse setiap hari Selasa sore
  3. Launching Sekretariat After Care, KUBE Kafe, dan KUBE Sablon di Sekretariat, Jalan Irba 7 Surabaya, Maret 2010
  4. KUBE Kafe/Warung (semula di Jalan Irba 7 karena diminta keluar oleh pengelola rumah maka dipindah sementara di Jalan Raya Darmo8A Surabaya
  5. KUBE Salon (karena bermasalah dengan pengelola rumah maka tidak bisa dilanjutkan)
  6. Pelatihan Multimedia Broadcast, Maret 2010 (menghasilkan 2 iklan layanan masyarakat tentang bahaya narkoba)
  7. KUBE Broadcast, sudah beberapa kali melayani permintaan dokumentasi
  8. Mengikuti Lokakarya After Care seluruh Indonesia, April 2010
  9. Pelatihan Sablon, Mei 2001
  10. Aksi Dukungan ARV bersama LSM-LSM lain, Mei 2010
  11. Malam Renungan AIDS di Taman Bungkul Surabaya, 21 Mei 2010
  12. Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional – Sosialisasi Rehabilitasi versi Nonton Bareng Piala Dunia, 18 Juni-12 Juli 2010
  13. Partisipasi di acara KAZA Soerabaia Community Xhibition di Plasa Kapas Krampung, 29-31 Juli 2010
  14. Hotline Konsultasi, Informasi, dan Advokasi Korban Narkoba dan Rehabilitasi

Dokumentasi seluruh kegiatan yang diselenggarakan sudah diserahkan ke BNP Jawa Timur

Sebagai bentuk pertanggungjawaban beberapa langkah yang telah dilakukan:

  1. Menyusun Laporan Kegiatan Januari-Juni 2010
  2. Menyusun Program Kerja 2010-2011
  3. Menyusun SPJ Tahun Anggaran 2010
  4. Menyusun Laporan Keuangan Dana pembinaan 2009
  5. Koordinasi dengan Kepala Bidang Terapi dan Rehabilitasi BNP Jawa Timur
  6. Review Kepengurusan After Care Mahameru, periode 2010-2015
  7. Kerja sama dengan Laboratorium Sosial Kesehatan – Puslitbangkes Kemenkes RI di Jalan Indrapura 17 Surabaya untuk Sekretariat baru After Care Mahameru
  8. Koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surabaya untuk fasilitasi Jamkesmas/jamkesda bagi pecandu yang akan rehabilitasi dan atau bagi ODHA yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Meskipun dalam kondisi kritis dan jadi sorotan, After Care Mahameru  di dalam rencana kerja kedepan akan melakukan :

  1. Penjangkauan ke korban dan keluarga korban narkoba dengan tujuan memotivasi mereka untuk mengikuti program rehabilitasi
  2. Kerja sama dengan DFC dan Laboratorium Sosial Kesehatan Kemenkes RI di Surabaya untuk Program Kajian dan Pengembangan Terapi dan Rehabilitasi Berbasis Orientasi Nilai. Infrastruktur ruang dan perlengkapan sudah tersedia. Saat ini sedang dalam proses MoU antara BNP dengan Puslitbangkes untuk detail bentuk kerja samanya. Implementasi efektif awal tahun 2011.
  3. Capacity Building anggota After Care baik dalam bentuk ketrampilan dan kapasitas personal. Kegiatan ini bisa dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan atau Focus Group Discussioan.
  4. Optimalisasi KUBE Broadcast yang saat ini sedang penjajagan dengan salah satu PH di Surabaya. Segera akan dilakukan koordinasi sistem managemen KUBE.
  5. Optimalisasi KUBE Sablon bekerjasama dengan Komunitas Red Line untuk pengadaan produk-produk promo mereka.
  6. Pengembangan jaringan dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Labsoskes Puslitbangkes, Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku, Forum Jejaring Peduli AIDS, Komunitas Entertain, dan Paguyuban Cak dan Ning Surabaya.

Mereka tidak bisa dibilang GAGAL karena mereka bekerja belum genap 10 bulan dan banyak kegiatan yang sudah mereka laksanakan. Kesalahan mereka hanya masalah managemen keuangan yang mengandalkan dana pembinaan dari BNN sehingga mereka mengalami krisis keuangan saat dana pembinaan yang diharapkan turun tidak segera turun, tetapi pemanfaatan dana sendiri masih berada pada batas kewajaran.

Saya dan DFC selama beraktifitas bisa dibilang tidak pernah menerima manfaat materi dari BNK/BNP/BNN baik dalam bentuk proyek atau dana pembinaan. Posisi kami disini adalah sebagai wujud nyata komitmen kami di dalam program penanggulangan narkoba. Saya hanya berpikir sederhana saja, bagaimana menyelamatkan program Nasional yang sebenarnya secara konsep bagus sekaligus bagaimana memotivasi pengurus After Care untuk bertanggung jawab, memperbaiki kesalahan (meskipun menurut saya bukan mutlak kesalahan mereka), dan menjalankan program sebagaimana semestinya.

Saya sebagai Leader DFC diundang hadir pada pertemuan mereka, kami mengenal mereka, kami memiliki program tentang mereka, kami memiliki kemampuan untuk membantu mereka, maka kami akan menjadi manusia zalim bila kami tidak membantu mereka. Setiap ilmu wajib diamalkan walaupun hanya satu ayat dan saya memiliki banyak ilmu maka saya akan berdosa bila saya tidak mengamalkannya.

Kami mohon kepada semua pihak yang merasa perlu berbicara soal After Care Mahameru Jawa Timur, bila memang kalian memiliki konsep jelas dan pasti untuk mendampingi mereka tolong lakukan, jangan hanya sekedar menyudutkan dan mencari-cari kesalahan terus tanpa memberi solusi. Mereka saudara kita, kalau mereka kalian anggap salah maka sudah menjadi kewajiban sebagai saudara untuk saling mengingatkan. Bila kehadiran kami tidak kalian kehendaki membantu After Care Mahameru Jawa Timur ini, kami dengan ikhlas akan meninggalkannya tetapi tentunya dengan catatan kalian komitmen untuk membantu mereka.

Surabaya, 2 Agustus 2010

Mila M. Djamhari, S.Sos.

Catatan :

Hal di atas hanya sebagian masalah yang terpetakan dan bisa disajikan secara publik, masih ada beberapa masalah yang tidak mungkin dimuat. Bila diperlukan oleh pihak-pihak terkait maka saya siap menjelaskan semua.

Berikut ini adalah dokumentasi kegiatan After Care Mahameru Jawa Timur:

Official Partner

Official Partner

Penyebaran leaflet pada acara KAZA Soerabaia Community

Penyebaran leaflet pada acara KAZA Soerabaia Community

Talk Show After Care di KAZA Soerabaia Community

Talk Show After Care di KAZA Soerabaia Community

Kaza Soerabaia Community di Plasa Kapas Krampung

Kaza Soerabaia Community di Plasa Kapas Krampung

Anjungan bersama After Care Mahameru dan DFC

Anjungan bersama After Care Mahameru dan DFC

Sosialisasi Rehabilitasi Versi Nobar Piala Dunia

Sosialisasi Rehabilitasi Versi Nobar Piala Dunia

Sosialisasi Rehabilitasi Versi Nobar Piala Dunia
Sosialisasi Rehabilitasi Versi Nobar Piala Dunia

Leaflet Sosialisasi Rehabilitasi Amanat UU RI No. 35/2009 Tentang Narkotika

Leaflet Sosialisasi Rehabilitasi Amanat UU RI No. 35/2009 Tentang Narkotika

MRAN 21 Mei 2010 MRAN 21 Mei 2010

MRAN 21 Mei 2010

MRAN 21 Mei 2010

Band binaan After Care Mahameru

Band binaan After Care Mahameru

MRAN 21 Mei 2010: Anjungan Konsultasi dan Informasi

MRAN 21 Mei 2010: Anjungan Konsultasi dan Informasi

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Aksi Dukungan ARV, Mei 2010

Lokakarya After Care Se Indonesia, Jakarta, April 2010

Lokakarya After Care Se Indonesia, Jakarta, April 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Mei 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Maret 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Mei 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Maret 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Mei 2010

Pelatihan Multimedia Broadcast, Maret 2010

Launching Sekretariat After Care dan KUBE, Maret 2010

Launching Sekretariat After Care dan KUBE, Maret 2010

Launching Sekretariat After Care dan KUBE, Maret 2010

Launching Sekretariat After Care dan KUBE, Maret 2010

Sekretariat After Care

Sekretariat After Care

KUBE Salon

KUBE Salon

KUBE Warung

KUBE Warung

Perkenalan After Care 29 Nopember 2009

Perkenalan After Care 29 Nopember 2009

Pengurus AC bersama Kalakhar BNK Surabaya

Pengurus AC bersama Kalakhar BNK Surabaya

Relawan DFC mendukung acara Perkenalan After Care

DFC mendukung acara Perkenalan After Care

Ikrar Kampung Bersih Narkoba

Ikrar Kampung Bersih Narkoba

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

2 thoughts on “DFC Vs. After Care Mahameru Jawa Timur

  1. It sounds like you’re creating problems yourself by trying to solve this issue instead of looking at why their is a problem in the first place

    Suka

    • he he he he… itu bukan masalah kami dan tidak akan pernah menjadi masalah buat kami… tapi kami memiliki pertimbangan mengapa masalah tersebut kami tampilkan di blog ini… siapapun bebas menafsirkan… terima kasih..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s