Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Sinergi Program Harm Reduction dan Pemberdayaan Korban Narkoba

1 Komentar

Sekretaris ACM, Direktur Yayasan Alit, Sekretaris KPA Sidoarjo, dan Leader DFC (Fasilitator ACM)

Sekretaris ACM, Direktur Yayasan Alit, Sekretaris KPA Sidoarjo, dan Leader DFC (Fasilitator ACM)

Sidoarjo, 11 Pebruari 2011, sebuah diskusi lesehan sederhana di KPA Sidoarjo, hadir pada saat itu Sekretaris Komisi Penangggulangan AIDS Kabupaten (KPAK) Sidoarjo beserta stafnya, Badan Narkotika Propinsi Jawa Timur yang diwakili dari Bidang Terapi dan Rehabilitasi, Direktur Yayasan Alit Surabaya, Sekretaris dan Fasilitator After Care Mahameru (ACM) Jawa Timur, Jaringan pecandu Sidoarjo beserta pendampingnya dari Yayasan Bina Hati (YBH). Diskusi kali ini mengambil tema pemberdayaan korban NAPZA/Narkoba di masyarakat. Tema ini sebagai tindak lanjut diskusi trimester tiga bulan yang lalu saat ACM diundang sebagai narasumber, saat itu ACM memberikan materi motivasi, diharapkan para pecandu mulai berpikir untuk pemulihan.

Pertemuan Jaringan Pecandu di Sidoarja (Binaan KPA Sidoarjo)

Pertemuan Jaringan Pecandu di Sidoarja (Binaan KPA Sidoarjo)

Sebagai kelanjutan tema sebelumnya motivasi pemulihan, ACM pada diskusi kali ini memfasilitasi berbagai pihak untuk bisa melakukan sinergi program pemberdayaan bagi pecandu jaringan KPA Sidoarjo. KPA Sidoarjo dengan program Harm Reductionnya memiliki jaringan pecandu terutama pecandu IDU, yang pendampingannya bekerjasama dengan YBH. Selama ini program HR seringkali identik dengan pelayanan jarum suntik steril dan terapi/rumatan metadon. Sebagai program kesehatan untuk mengurangi dampak/resiko penularan HIV di kalangan pecandu IDU (penasun) seolah menafikan pemulihan dan pemberdayaan di kalangan penasun itu sendiri.  Bagaimana konsep pemberdayaan bisa diimplementasikan pada para pecandu bila mereka masih terjebak ketergantungan pada narkoba.

Badan Narkotika Propinsi Jawa Timur dalam bidang terapi dan rehabilitasi memiliki konsep program Workshop Aftercare, sebuah program yang memfasilitasi para pecandu dalam program kelanjutan terapi untuk pembekalan ketrampilan sekaligus bengkel produksi dengan orientasi kewirausahawan. Program Workshop yang direncanakan akan diselenggarakan di komplek Kantor BNP Jawa Timur ini sudah melakukan penjajagan kerjasama dengan dinas-dinas terkait mulai dari Disnaker, Disperindag, dan juga Dinas Koperasi Jawa Timur. Yayasan Alit sendiri adalah lembaga yang memiliki kepedulian pada pemberdayaan anak-anak jalanan dan komunitas marginal. Dalam perkembangannya Yayasan Alit mampu mengembangkan konsep kewirausahawan di kalangan anak-anak dan atau komunitas dampingannya. Mereka memiliki akses pasar untuk pemasaran hasil produksi binaan mereka, bahkan sampai menembus pasar luar negeri. Outlet mereka menempati tempat yang cukup besar di Pusat Kerajinan di Plasa Royal Surabaya (http://www.facebook.com/album.php?fbid=181126518592401&id=100000851621876&aid=35062).

Outlet Bambu milik Yayasan Alit di Plasa Royal

Outlet Bambu milik Yayasan Alit di Plasa Royal

Outlet Handycraft Yayasan Alit di Plasa Royal

Outlet Handycraft Yayasan Alit di Plasa Royal

Aftercare sebagai program kelanjutan pemulihan terutama di bidang, psikis, sosial, dan ekonomi melihat ada potensi-potensi yang bisa dioptimalkan untuk pemulihan dan pemberdayaan di kalangan pecandu. Didorong rasa kepedulian terhadap teman-teman pecandu ACM mencoba mensinergikan lembaga-lembaga tersebut di atas dalam satu program yaitu pemberdayaan korban NAPZA/Narkoba. Diskusi dibuka oleh Sekretaris KPA Sidoarjo yang begitu terbuka untuk bekerjasama dengan pihak manapun untuk mendukung pemberdayaan pecandu dalam jaringan pembinaannya.

Pada paparan yang disampaikan Direktur Yayasan Alit Yuliati Umrah, S.Ip. dijelaskan bahwa untuk menjadi pengusaha tidak harus dengan modal dana, yang utama adalah justru niat. Beliau menjelaskan pengalaman dari binaannya yang pendidikannya rendah mampu membuka usaha kerajinan/handycraft hanya dari memanfaatkan limbah yang ada. Yayasan Alit siap memberikan pelatihan kewirausahawan berikut akses pemasaran hasil produksinya.

BNP yang disampaikan drg. Vitria pun senada dengan Yayasan Alit tentang utamanya niat sebagai modal utama melakukan wirausaha. BNP Jawa Timur hanya akan memfasilitasi dalam bentuk fasilitas tempat, pelatihan, dan natural barang untuk produksi. Sesuai namanya Workshop Aftercare diharapkan yang terlibat dalam pelatihan dan produksi tersebut sudah dalam kondisi berhenti pakai. BNP tidak menutup mata keberadaan sebagian teman-teman pecandu aktif dan atau yang mengikuti terapi metadon, mereka juga ditawari untuk mengikuti program pemulihan.

BNP Jawa Timur mensosialisasikan program Workshop Aftercare

BNP Jawa Timur mensosialisasikan program Workshop Aftercare

ACM melihat kondisi di atas bukan sebagai kendala untuk mengakomodasi teman-teman yang masih aktif pakai/terapi metadon, selama teman-teman pecandu benar-benar memiliki komitmen untuk berwirausaha dalam program Workshop ini maka akan diupayakan untuk mendapatkan kebijaksanaan dari pihak BNP bagi teman-teman pecandu dispensasi selama proses membangun motivasi dan pelatihan kewirausahawan sambil jalan mereka juga mulai proses pemulihan untuk berhenti pakai.

Sekarang semua kembali pada niat dan komitmen teman-teman pecandu dan juga lembaga-lembaga yang memfasilitasi mereka, program HR mestinya memilki nilai tambah bagi pecandu bukan hanya sekedar pengurangan resiko penularan HIV melalui jarum suntik tidak steril melainkan mampu berfungsi untuk pemulihan pecandu itu sendiri dari ketergantungan, yang selanjutnya pemberdayaan sosial dan ekonomi mereka.

Peserta pertemuan trimester Jaringan Pecandu Binaan KPAK Sidoarjo

Peserta pertemuan trimester Jaringan Pecandu Binaan KPAK Sidoarjo

Peserta pertemuan trimester Jaringan Pecandu Binaan KPAK Sidoarjo

Peserta pertemuan trimester Jaringan Pecandu Binaan KPAK Sidoarjo

Salam,

Mila Machmudah Djamhari

Fasilitator After Care Mahameru

Iklan

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

One thought on “Sinergi Program Harm Reduction dan Pemberdayaan Korban Narkoba

  1. capek banget bikin barang2 kerajinan, dah rumit, mbulet, njlimet, mending ongkang2 kaki, facebook-an, main game, chating, liat situs porno, kan lebih asik
    buat apa hidup susah2, kan masih ada banyak pelatihan2, di luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri loh, dapat makan minum, hotel mewah, fasilitas hiburan, apalagi uang transportnya gede nih, siapa sih yang gak mau
    hidup tuh sekali, ngapain dipake buat susah2 kayak gitu, lebih enak ngobrol sambil geleng2 kepala, teler, hidup di dunia serasa di surga deh pokoknya

    jadi gak usahlah ada pihak yang baik hati, susah2 bikin program untuk komunitas pecandu yang katanya miskin dalam segala hal, miskin ekonomi, miskin sosial, miskin ilmu, miskin jati diri, miskin tujuan hidup
    gak koq, para anggota komunitas pecandu tuh dah kaya semua, gak perlu ada yang peduliin karena semboyannya adalah JUNKIES HELP JUNKIES, orang2 di luar komunitas tuh hanya cari keuntungan aja dari kami
    sia-sia banget kan membantu komunitas yang gak mau dibantu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s