Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Peringatan Hari AIDS Se-Dunia 2011

Tinggalkan komentar

“Save Children from AIDS”

Surabaya, 1-3 Desember 2011

Royal Craft Center – Lantai LG – Royal Plaza 

Selama ini penanggulangan HIV dan AIDS lebih terkosentrasi pada populasi kunci. Populasi anak masih kurang diperhatikan, misal hak anak dalam program PMTCT, ART khusus untuk anak, edukasi tentang kesehatan reproduksi pada anak dan remaja juga masih banyak dianggap tabu, perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi seks dan narkoba, hingga pendampingan kasus anak dan atau remaja bermasalah yang beresiko tinggi melakukan tindakan/perilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sampai bulan Juni 2011 (update data tertanggal 27 Juli 2011), jumlah kumulatif kasus AIDS berdasarkan resiko penularan tertinggi adalah dari hubungan seksual hetero dengan jumlah 14.513 orang dari total jumlah 26.483 orang (54,8%). Kasus AIDS dari faktor resiko transmisi perinatal adalah 742 orang/anak (2,8%). Berdasarkan jenis kelamin kasus perempuan positif mencapai 7.255 orang (27,4%). Berdasarkan usia, total usia anak 0-19 tahun yang terinfeksi HIV/AIDS ada 1.616 orang/anak (6,1%), usia remaja sendiri (15-19 tahun) adalah 821 orang/anak (3%). Usia Produktif 20-39 tahun mencapai 20.630 orang (77,9%), dimana yang masuk kategori orang muda 20-30 tahun 12.288 orang (46,4%). Memperhatikan data di atas ada beberapa situasi yang bisa diasumsikan:

  1. Kasus penularan HIV dari Ibu ke bayi cukup signifikan maka perlu adanya perhatian khusus.
  2. Jumlah usia produktif 20-39 tahun mencapai 77.9% kasus maka resiko kehamilanpun cukup tinggi, yang artinya resiko penularan kepada bayi bila tidak ada penanganan sejak dini akan cukup tinggi pula.
  3. Adanya kasus remaja terinfeksi HIV dan menjadi introspeksi di kalangan keluarga dan dunia Pendidikan.
  4. Kasus AIDS di kalangan usia orang muda yang mencapai 46,4% bisa diasumsikan bahwa mereka kemungkinan tertular pada masa remaja.

Pada asumsi 1 dan 2 saat ini telah digalakkan Program PMTCT dimana ada 3 (tiga) Intervensi:

  1. Mengurangi jumlah ibu hamil dengan HIV positif
  2. Menurunkan viral load/kadar virus serendah-rendahnya
  3. Meminimalkan paparan janin dan bayi terhadap cairan tubuh ibu
  4. Memaksimalkan kesehatan ibu dengan HIV positif

Mengingat adanya kemungkinan transmisi vertikal dan adanya kerentanan tubuh selama proses kehamilan maka pada dasarnya perempuan dengan positif HIV dianjurkan untuk tidak hamil. Dengan Alasan hak asasi manusia, perempuan ODHA dapat memberikan kepututusan untuk hamil setelah melalui proses konseling. Mulai proses kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan, seorang janin/bayi tetap memiliki resiko terpapar. PMTCT dalam perspektif hak asasi ODHA khususnya perempuan ODHA saat ini sangat marak disosialisasikan. Bagaimana dengan perspektif hak asasi anak? Dalam penjelasan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan sampai anak berumur 18 tahun. Bertitik dari konsepsi perlindungan anak yang utuh, menyeluruh, dan komperhensif maka kewajiban memberikan perlindungan kepada anak berdasarkan asas-asas sebagai berikut:

  1. Nondiskriminasi
  2. Kepentingan yang terbaik buat anak
  3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan
  4. Penghagaan terhadap pendapat anak.

Pada dasar pemikiran di atas kami menyelenggarakan seminar/dialog terbuka dengan topik bahasan PMTCT dalam perspektif Hak Anak. Acara diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 1 Desember 2011, bertepatan dengan Hari AIDS Se-Dunia.

Pembicara yang hadir pada seminar 1 adalah :

1. dr. Yati S. dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

2. Selvin Pancarina – Koordinator Wilayah Jawa Timur Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI)

3. Yuliati Umrah, S.IP.  – Direktur Yayasan Arek Lintang (ALIT) Surabaya

Moderator adalah Dr. Ananto Sidohutomo, MARS.

Seminar 1 : PMTCT dalam Perspektif Hak Anak
Seminar 1 : PMTCT dalam Perspektif Hak Anak

Pada poin 3 dan 4 dapat diperhatikan bahwa penularan HIV di kalangan remaja dan orang muda cukup tinggi. Penularan HIV di lingkungan anak muda faktor paling beresiko adalah seks bebas dan narkotika maka perlu menjadi perhatian keluarga dalam hal ini orang tua dan perhatian kalangan pendidik dalam hal ini guru, karena merekalah orang-orang yang langsung berinteraksi dengan anak/siswa. Penyalahgunaan narkotika seringkali beriringan dengan adanya perilaku seks bebas, maka pendidikan tentang seks sejak dini sudah perlu dilakukan. Pada kesempatan ini kami juga menyelenggarakan seminar/dialog terbuka dengan topik bahasan Peranan Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja pada hari ke-2, Jumat, tanggal 2 Desember 2011.

Pembicara pada seminar ke-2 ini adalah :

1.  Drs. H. Arief Sadhono S, M.Psi – Dinas Pendidikan Kota Surabaya

2. Drs. M. Ikhsan, M.Si – Kepala Bapemas KB Kota Surabaya

3. Dr. Ananto Sidohutomo, MARS – Bidadari

Moderatornya adalah dr. Rachmat Hargono – Forum Jejaring Peduli AIDS

Seminar 2 : Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Seminar 2 : Peran Orang Tua dan Guru dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Seminar 2

Materi Seminar :

1.   PMTCT dalam Perspektif Hak Anak – Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur

2.  PAPARAN ADVERSITY Q HIV-AIDS – Dinas Pendidikan Kota Surabaya

 

Foto dokumentasi Peringatan Hari AIDS Se-Dunia 2011 bisa dilihat di

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1663035431336.49588.1700745376&type=1

Acara Peringatan Hari AIDS Se-Dunia ini diselenggarakan di Royal Plaza Surabaya (Lantai LG Royal Craft Center) pada tanggal 1-3 Desember 2011. Acara yang mengambil tema Save Children From AIDS ini diselenggarakan atas kerjasama 8 (delapan) Lembaga yang memiliki kepedulian pada masalah AIDS dan Anak, yaitu:

1. Drug Free Community

2. AfterCare MAHAMERU

3. Yayasan Arek Lintang (ALIT) Surabaya

4. Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI)

5. Bidadari

6. Forum Jejaring Peduli AIDS (FJPA)

7. Couple Community (CC)

8. Organisasi Cinta Kasih Surabaya (ORCIKS)

Didukung oleh :

9. Teater Samudra SMA Barunawati Surabaya

10. JJFM Surabaya dan SMART FM Surabaya

11. Royal Plaza Surabaya

12. Djarum Foundation Sumbangsih Sosial

13. Pelindo III Tanjung Perak Surabaya

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s