Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana)

Tinggalkan komentar

Mengapa penangkapan dan penahanan kasus narkotika selalu diberlakukan Pasal 112 Undang-undang  No. 35 Tahun 2009, tidak peduli dia diindikasikan pengedar atau hanya pecandu atau pengguna. Di dalam UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (seringkali disebut KUHAP) pasal 21 dijelaskan bahwa yang bisa dilakukan penahanan adalah yang ancaman hukumannya 5 (lima) Tahun atau lebih. Pasal 127 (35/2009) atau yang biasa disebut pasal dengan indikasi pengguna ancaman hukumannya maksimal 4 (empat) Tahun, artinya bila hanya pasal ini yang dicantumkan maka tidak dapat dilakukan penahanan. Bila tidak dilakukan penahanan pada kasus narkotika diduga tersangka akan melarikan diri.

Berikut ini selain kita memahami UU 35/2009 tentang Narkotika maka perlu juga kita memahami UU 8/1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan juga Rancangan UU tentang Hukum Acara Pidana Tahun 2010.

1.   UU Tentang Narkotika, Nomor 35 Tahun 2009

2.   Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

3.   Rancangan KUHAP Tahun 2010

4.   Rancangan KUHAP Tahun 2011

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s