Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Akses Jaminan Sosial Kesehatan Pasien di UPIPI RSUD Dr. Soetomo Surabaya

3 Komentar

Jumat, 13 Juli ada telepon dari komunitas perempuan positif (Couple Community) minta tolong agar saya membantu mengurus jamkesmas/jamkesda pasien yang di rawat di Ruang Cendana (UPIPI) RSUD Dr. Soetomo. Satu jam kemudian saya sudah sampai ke UPIPI, saya hanya melihat sekilas saja kondisi di UPIPI karena kebetulan pada hari itu saya juga ada kesibukan pekerjaan lain. Saya terima permintaan tolong tersebut, meski sekilas saya sempat mendapatkan perlakuan sinis dari beberapa orang. Atas nama lembaga Drug Free Community (DFC) dalam waktu 3 jam saya bisa dapatkan surat keterangan dari Dinsos Kota Surabaya, yang biasa dikenal teman-teman jaminan T4/orang terlantar. Begitu surat tersebut didapat segera saya berikan kepada pendamping pasien dan tanpa memperhatikan sekeliling UPIPI saya segera kembali pada pekerjaan saya mempersiapkan Baksos Pelayanan Kesehatan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI) di TPA Benowo Surabaya dan di SPMAA Denpasar Bali.

Hari Rabu, 18 Juli saya ke UPIPI untuk melihat kondisi si pasien, saya cukup terkejut mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri kondisi di UPIPI. Tahun 2003 saya dan teman-teman GRANAT Surabaya pernah diajak berkunjung ke UPIPI, saat itu kondisinya masih sepi. Tahun 2006 bersama GRANAT Jawa Timur kita menyelenggarakan kegiatan Valentine Days berkunjung ke UPIPI lagi, saat itu pun kondisinya masih cukup kondusif semua pasien ada di dalam ruang tertutup.  Tahun 2010 saat diijinkan mengikuti MUSDA JOTHI yang diselenggarakan di UPIPI, saya juga masih melihat kondisi yang kondusif, bahkan masih ada cukup ruang untuk teman-teman lesehan di dalam ruangan UPIPI. Kemarin kondisi di UPIPI sudah bisa dibilang sangat tidak kondusif dengan melihat banyaknya pasien yang tidak tertampung di dalam kamar. Paling menggenaskan adalah curahan hati teman-teman pendamping pasien yang sebagian besar mereka juga adalah ODHA bahwa banyak pasien yang kesulitan mengakses jaminan kesehatan non kuota Jamkesmas.

Kedatangan saya pada hari Jumat 13 Juli sempat ada teman-teman yang menerima saya dengan setengah hati karena mungkin mereka berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan surat keterangan T4/Terlantar sedangkan mereka yang tiap hari berkecimpung disana merasakan kesulitan. Alhamdulillah setelah saya mampu mendapatkan surat tersebut saya seolah melihat ada harapan baru di mata mereka, karena bagaimanapun sebagian besar dari mereka adalah ODHA yang mungkin kelak mereka juga bisa saja dirawat disana. Akhirnya banyak teman-teman pendamping pasien disana mulai terbuka menerima kehadiran saya dan menceritakan kondisi yang mereka rasakan tentang sulitnya mengakses jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Sebelumnya teman-teman Couple Community pun pada Bulan April 2012 pernah mengurus jamkesmas pasien Gresik dengan panduan saya pada saat itu posisi saya ada di Jakarta. Melihat kondisi UPIPI dengan kasat mata sendiri dan mendengar curahan hati teman-teman di UPIPI, saya bertanya dimana keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi Jawa Timur di dalam melakukan tugasnya MENANGGULANGI PERMASALAHAN ODHA.

Informasi awal ada 2 (dua) Kabupaten yang sangat sulit mengeluarkan surat keterangan/pernyataan miskin dan rujukan, ironisnya pasien sudah dalam kondisi kritis di UPIPI RSUD Dr. Soetomo diharuskan datang ke RSUD Kabupaten setempat untuk mendapatkan rujukan, ini mau merujuk atau membunuh???? Untuk Kota dan Kabupaten lain teman-teman pendamping mendapatkan dukungan dari KPA kota/Kabupaten setempat untuk mengurus Surat Miskin dan atau rujukan. Dimana peran KPA 2 (dua) Kabupaten tersebut, kalau KPAK lain bias mengapa di 2 kabupaten tersebut kesulitan. Hal ini tentunya perlu monitoring dan tindak lanjut dari KPAP Jawa Timur.

Jaminan kesehatan memang dibawah kewenangan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota/Kabupaten, dibentuknya KOMISI khusus penanggulangan AIDS adalah bermakna bahwa ada nilai khusus dan special untuk dilakukan penanganan oleh KOMISI terhadap permasalahan yang terkait AIDS dalam hal ini penderita HIV dan AIDS yang rawat inap. Komisi harus menjamin tidak ada satupun penderita HIV dan AIDS yang rawat inap “terlantar” karena tidak memiliki kemampuan finansial membiayai pengobatannya. Meskipun sudah ada banyak LSM dan atau Manager Kasus yang seharusnya melakukan pendampingan pasien dalam mengakses jaminan kesehatan, tentunya Komisi harus melakukan MONITORING apakah semua pasien sudah tertangani dengan baik.

RSUD Dr. Soetomo, Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, dan Dinas Sosial Kota/Kabupaten adalah pelaksana birokrasi yang harus mematuhi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pekerjaan mereka. Birokrasi bukan sesuatu yang bersifat kaku dan tidak manusiawi, tetapi ada hal-hal khusus yang bisa menjadi keluwesan di dalam melaksanakan pelayanan pada masyarakat. Saat ini tinggal bagaimana upaya-upaya pihak terkait yang memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi antar instansi sehingga tercipta kebijakan yang berpihak pada kemanusiaan. Berkaitan masalah penanganan AIDS maka seyogyanya yang mengambil inisiatif untuk melakukan koodinasi adalah pihak KPA, dalam hal lingkup Propinsi Jawa Timur maka menjadi tanggung jawab KPA Propinsi Jawa Timur.

Saat ini informasi yang kami peroleh hanya permukaan saja, sebagai lembaga yang memiliki kepedulian untuk permasalahan narkoba dan AIDS kami merasa perlu untuk melakukan advokasi lebih lanjut, adalah hal yang sangat tidak efektif bila kami mengurus satu persatu jaminan kesehatan pasien di UPIPI. DFC akan segera melakukan identifikasi permasalahan pasien di UPIPI berkaitan dengan akses jaminan kesehatan bagi mereka yang rawat inap terutama bagi masyarakat tidak mampu. Data identifikasi ini diharapkan menjadi acuan dan stimulus KPAP Jawa Timur dalam menjalankan kewajiban dan kewenangannya menanggulangi permasalahan HIV dan AIDS, ada koordinasi antar instansi terkait yang kongkrit memudahkan masyarakat mengakses jaminan sosial/kesehatan pengobatan HIV dan AIDS mereka dan atau keluarga mereka.

Memperhatikan perkembangan kasus HIV dan AIDS  yang harus ditangani RSUD Dr. Soetomo Surabaya, untuk pasien rawat inap sudah melebihi kapasitas kamar dan untuk penderita HIV yang harus kontrol rutin pun sudah melebihi kapasitas perbandingan antara dokter dan pasien. Memperhatikan juga kondisi secara keseluruhan kapasitas dan kebutuhan di RSUD Dr. Soetomo yang terletak di tengah kota sehingga tidak memungkinkan untuk pengembangan lebih luas. Seyogyanya mulai dipikirkan untuk membangun Rumah Sakit khusus yang menangani masalah HIV dan AIDS di Propinsi Jawa Timur, RS ini bukan hanya menangani pasien yang jatuh sakit tetapi juga menangani penderita yang terlantar karena memang tidak memiliki keluarga dan atau yang terlantar karena mendapatkan diskriminasi dari masyarakat sekitarnya. Adanya RS khusus diharapkan juga mempermudah pengelolaan jaminan sosial kesehatan mereka. Sesuai Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 80/HUK/2010 bahwa permasalahan HIV dan AIDS masuk dalam kategori 22 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Mila M. Djamhari, S.Sos.

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

3 thoughts on “Akses Jaminan Sosial Kesehatan Pasien di UPIPI RSUD Dr. Soetomo Surabaya

  1. Ibu Mila,, saya Merdi dari surabaya,, ada teman saya penderita HIV dan dia tinggal sebatang kara di Jawa (surabaya),, dia berasal dari Ambon dan saya kesulitan melacak keberadaan klrg,, kalau tidak keberatan saya minta nmr tlp ibu agar saya bisa berkonsultasi lebih jelas dgn ibu,,

    terima kasih

    Suka

  2. terima kasih banyak bu Mila,, secepatnya saya akan tlp ibu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s