Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Advokasi Pasien HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Tinggalkan komentar

Drug Free Community (DFC) sebagai komunitas/lembaga yang konsen di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah narkoba dan HIV & AIDS merasa tergerak untuk membantu program penanggulangan HIV dan AIDS. DFC sejak Maret 2012 menyelenggarakan shelter bagi pasien dan keluarga pasien terlantar dan atau dari luar kota yang sedang menjalani rawat jalan dan atau rawat inap di RSUD Dr. Soetomo. Shelter tersebut ada di Jalan Raya Darmo 8A Surabaya.

Perkembangan selanjutnya DFC mulai terlibat advokasi di dalam mengurus akses pembiayaan pengobatan bagi pasien terlantar dan pasien miskin yang tidak memiliki jamkesmas/jamkesda, yang rawat inap di UPIPI RSUD Dr. Soetomo.

Secara lengkap Kerangka Acuan Kerja Advokasi Pasien HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo sebagai berikut :

Kerangka Acuan Kerja

Advokasi Pasien HIV & AIDS

Di RSUD Dr. Soetomo

Kerangka Acuan Kerja ADVOKASI (pdf)

 

I.    LATAR BELAKANG

 Indonesia adalah salah satu negara di Asia dengan epidemi yang berkembang paling cepat (UNAIDS, 2008). Departemen Kesehatan memperkirakan, Indonesia pada tahun 2014 akan mempunyai hampir tiga kali jumlah orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dibandingkan pada tahun 2008 (dari 277.700 orang menjadi 813.720 orang). Ini dapat terjadi bila tidak ada upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang bermakna dalam kurun waktu tersebut.

 Strategi penanggulangan HIV dan AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar setiap individu menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Skenario strategi dan rencana aksi yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan dan memperluas cakupan seluruh pencegahan
  2. Meningkatkan dan memperluas cakupan perawatan, dukungan, dan pengobatan
  3. Mengurangi dampak negatif dari epidemic dengan meningkatkan akses program mitigasi social
  4. Penguatan kemitraan, system kesehatan, dan masyarakat
  5. Meningkatkan koordinasi antara pemangku kepentingan dan mobilisasi penggunaan sumber daya di semua tingkat
  6. Mengembangkan intervensi structural
  7. Penerapan perencanaan, prioritas, dan implementasi program berbasis data

(sumber SRAN KPAP 2010-2014)

II.        PERMASALAHAN

Di dalam pelaksanaan di Jawa Timur khususnya masalah perawatan, dukungan, dan pengobatan ada permasalahan-permasalahan yang belum terakomodasi oleh KPAP. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain;

  1. Pembiayaan pengobatan di RSUD tingkat Propinsi bagi masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki kartu jamkesmas/jamkesda.
  2. Kurangnya tenaga pendamping pasien yang siap membantu pada saat pasien rawat jalan dan rawat inap, terutama pada pasien terlantar.
  3. Tidak adanya shelter untuk pasien terlantar baik yang tidak memiliki keluarga atau yang ditolak keluarga dan atau masyarakat
  4. Kurangnya dukungan sosial dan ekonomi, khususnya bagi pasien perempuan dan anak-anak terinfeksi. Saat ini pendampingan seringkali hanya fokus pada populasi kunci, sedangkan perempuan dan anak yang justru seringkali tertular dari pasangan dan orang tuanya kurang mendapatkan dukungan

Drug Free Community (DFC) sebagai komunitas/lembaga yang konsen di bidang pencegahan dan penanggulangan masalah narkoba dan HIV & AIDS merasa tergerak untuk membantu. DFC sejak Maret 2012 menyelenggarakan shelter bagi pasien dan keluarga pasien terlantar dan atau dari luar kota yang sedang menjalani rawat jalan dan atau rawat inap di RSUD Dr. Soetomo. Shelter tersebut ada di Jalan Raya Darmo 8A Surabaya.

Perkembangan selanjutnya DFC mulai terlibat advokasi di dalam mengurus akses pembiayaan pengobatan bagi pasien terlantar dan pasien miskin yang tidak memiliki jamkesmas/jamkesda, yang rawat inap di UPIPI RSUD Dr. Soetomo.

 Di dalam advokasi ini DFC sangat dibantu oleh relawan-relawan kesehatan yang selama ini sudah banyak membantu pasien-pasien di UPIPI RSUD Dr. Soetomo baik yang di Ruang Cendana dan atau di Poli. DFC juga mendukung Couple Community menyelenggarakan Kelompok Dukungan bagi perempuan-perempuan terinfeksi dan keluarganya, yang rutin dilaksanakan tiap bulan dilakukan di RKZ Surabaya. DFC juga sudah 2 kali bulan Ramadhan (tahun 2012 dan 2013) memfasilitasi penyaluran zakat maal dan sembako pada pasien perempuan dan anak, yang rawat jalan di Poli UPIPI.

Di dalam perkembangannya ada permasalahan bahwa UPIPI RSUD Dr. Soetomo akan mentertibkan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di lingkungan UPIPI sebagai kelanjutan kebijakan RSUD Dr. Soetomo sendiri secara luas di keseluruhan wilayah tanggung jawabnya. Selama ini DFC memang belum melakukan koordinasi secara formal dengan pihak Rumah Sakit dan atau Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Kebijakan pihak Rumah Sakit akan berdampak pada program Advokasi yang selama ini kami laksanakan bersama relawan-relawan kesehatan yang sudah membantu.

III. NAMA PROGRAM DAN BENTUK KEGIATAN

3.1. Nama Program

            Advokasi Pasien HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo

3.2. Bentuk Kegiatan

  1. Advokasi akses pembiayaan pengobatan bagi pasien tidak mampu di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 dan 34 bahwa Sumber Daya Alam dikelola Negara untuk kesejahteraan rakyat dan orang miskin dan atau terlantar dijamin oleh Negara.
  2. Pendampingan pasien-pasien HIV dan AIDS baik yang rawat jalan dan rawat inap, yang membutuhkan.
  3. Pengadaan shelter atau rumah singgah untuk pasien-pasien HIV dan AIDS dan keluarga yang terlantar dan atau tidak mampu di Jalan Raya Darmo 8A Surabaya.
  4. Jejaring dengan perseorangan dan atau lembaga yang peduli memberikan dukungan sosial dan atau ekonomi pada pasien-pasien HIV dan AIDS teritama untuk pasien perempuan dan anak.

IV. DASAR HUKUM

  1. Undang-Undang Dasar 1945 (Amandemen) Pasal 33 dan 34
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 903/Menkes/Per/V/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat, BAB III Tata Laksana Kepersertaan
  3. Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor: 80/HUK/2010 tentang Panduan Perencanaan Pembiayaan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota
  4. Strategi Rencana dan Aksi Nasional AIDS 2010-2014

V. PELAKSANA PROGRAM

5.1.    Penasihat

  1. Sonny Wibisono, SE. MM. (Sekretaris Umum DPD GRANAT Jawa Timur)
  2. Dr. Rachmat Hargono, dr. MS. MPH. (Forum Jejaring Peduli AIDS)
  3. Nurhadi, SH. MH. (Slamet Hariyanto & Rekan, Advokat, Konsultan Hukum, dan Konsultan Politik)

        Deskripsi Kerja

  1. Memberikan nasihat diminta atau pun tidak diminta
  2. Mendukung pengembangan jejaring sosial demi berlangsungnya program
  3. Memberikan perlindungan hukum secara litigasi dan non litigasi

5.2.    Operasional

Penanggung Jawab   :         Leader Drug Free Community

Relawan Kesehatan   :

1.Restu Rahayu (Koordinator)

2. Sariadi

3 . Jinal

4. Endang Riniptorini

Nama Deskripsi Kerja
Sariadi
  1. Pendampingan pasien HIV & AIDS baik rawat jalan dan atau rawat inap berdasarkan asas kekeluargaan
  2. 24 Jam siaga (diharapkan dapat tinggal di Rumah Sakit) bila dibutuhkan pasien HIV & AIDS yang darurat saat di lingkungan Rumah Sakit
Jinal
  1. Pendampingan pasien HIV & AIDS baik rawat jalan dan atau rawat inap berdasarkan asas kekeluargaan
  2. 24 Jam siaga (diharapkan dapat tinggal di Rumah Sakit) bila dibutuhkan pasien HIV & AIDS yang darurat saat di lingkungan Rumah Sakit
Endang Riniptorini
  1. Pendampingan pasien HIV & AIDS baik rawat jalan dan atau rawat inap berdasarkan asas kekeluargaan
  2. Siaga pada jam operasional (08.00-16.00) membantu pasien HIV & AIDS tidak mampu dan atau yang membutuhkan baik untuk pendampingan saat dirawat dan pendampingan birokrasi pengendali askes di RS
Restu Rahayu
  1. Koordinator Advokasi Kesehatan
  2. Pendampingan pasien HIV & AIDS baik rawat jalan dan atau rawat inap berdasarkan asas kekeluargaan
  3. Mengurus Surat Terlantar mulai dari RS, Kelurahan Domisili, sampai Dinas Sosial Kota Surabaya, beserta rujukan berobat untuk pasien terlantar
  4. Kepala Rumah Tangga Shelter DFC di Jalan Raya Darmo 8A Surabaya

*Pendampingan pasien artinya para relawan membantu pasien-pasien HIV & AIDS yang membutuhkan, mulai informasi seputar pengobatan, dukungan semangat/motivasi, kontrol kepatuhan terapi ARV/ART, kontrol kepatuhan cek kesehatan yang diperlukan, penjaga pasien rawat inap yang membutuhkan, dan lain-lain yang sekiranya dianggap dapat membantu pasien.

VI.  PEMBIAYAAN

Swadaya dan donator tidak mengikat

 

VII.  PENUTUP

Kami berharap program ini dapat terselenggara dengan dukungan dari berbagai pihak. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Surabaya, 30 September 2013

Penanggung Jawab Program

Drug Free Community

Mila Machmudah Djamhari, S.Sos.

Leader

 

Lampiran :

RK DFC Mila

RK DFC Cak Di

    RK DFC Mb. Rini

RK DFC Mb. Yenny

   Ayu

 

 

 

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s