Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

11 – 12 – 13… Metamorfosa Drug Free Community

Tinggalkan komentar

11 – 12 – 13… menarik menjadi sebuah “tetenger” dari perjalanan anak manusia di dalam gerbong Drug Free Community (DFC). Angka 11 bisa jadi memberi makna 11 tahun sudah perjalanan DFC sejak digunakan tahun 2002 oleh relawan GRANAT Kota Surabaya menjelang Konggres Pertama GRANAT di Bandung, Oktober 2002. Tahun 2007, DFC mengaktakan diri menjadi sebuah komunitas independen, tetapi bagi kami sesungghnya usia DFC adalah 11 Tahun.

Sebagai komunitas yang lahir dari gerakan moral anti narkotika dan sesuai dengan namanya maka program kerja DFC terkait dengan masalah pencegahan dan penanggulangan narkotika. 11 tahun Perjalanan waktu ada masa-masa kejayaan dengan banyaknya relawan yang berpartisipasi aktif membesarkan DFC dengan berbagai aktifitas, yang berbasis di Jalan Raya Darmo 8A Surabaya.

Tahun 2002-2004, ada punggawa 4 orang plus yang seringkali disebut T4, orang-orang dengan tempat tinggal tidak tetap. T4 ini mereka terdiri dari Andri Roger, Ambon, Danu, dan Almarhum Rizky, plus satu orang cewek Vita. Mereka ini yang setia bergantian 24 jam menjaga Sekretariat, tentunya juga dibantu banyak teman-teman mereka, ada Inok, Salim, Yohana, Hesti, Mila W, Dodik, Kenda, Arif Kapal, Sitta, Arji, Heni, dan juga ada si pupuk bawang Gino dan Rachmat. Tawaran untuk penyuluhan hampir tiap hari datang, secara bergantian mereka sudah mampu presentasi meski mereka saat itu masih mahasiswa. Kejayaan di masa ini mencapai puncaknya adalah saat berkolaborasi dengan Paguyuban Cak & Ning Surabaya dan Orange Organizer dengan berbagai event penyuluhan ke sekolah-sekolah dan juga event-event pentas seni.

Tahun 2005-2006, DFC relatif tidak ada aktifitas yang berarti. Pada masa ini satu persatu dari mereka lulus kuliah, bekerja, dan menikah. Mereka mulai fokus pada tanggung jawab keluarga. Masa ini masa tersulit bersamaan dengan suksesi kepemimpinan DPD GRANAT Jawa Timur dan juga DPC GRANAT Surabaya. Seperti organisasi-organisasi massa lain, GRANAT pun juga tidak lepas oleh kepentingan-kepentingan pribadi anggotanya, pada masa ini masa yang penuh friksi. DFC sebagai sebuah komunitas di bawah bendera GRANAT Surabaya pun terkena imbas dari adanya friksi-friksi kepentingan. Pada masa ini pula fasilitas Sekretariat dicabut, mulai dari Telepon, Air, hingga listrik.

Tahun 2007, setelah sukses menyelenggarakan Peringatan HANI 26 Juni 2007 dalam bendera DPD GRANAT Jawa Timur, DFC mulai eksis kembali selanjutnya mendeklarasikan diri ke masyarakat sebagai komunitas independen pada tanggal 5 Oktober 2007. Kegiatan awal adalah bagi-bagi takjil pada tanggal 5 Oktober tersebut. Dalam kondisi Sekretariat tanpa air, listrik, dan atau telepon, tahun 2007-2009 menjadi masa kejayaan baru dengan berbagai kegiatan. Punggawa pada masa kejayaan 2007-2009 ada si pupuk bawang Gino dan Rachmat yang menjadi paling senior, ada Rara, Rizki, Agus, Yudha, Dwily, denis, pepeng, dan almarhum Sulton. Selain mereka tentunya juga banyak yang terlibat, terdaftar di data mereka ada lebih 50 relawan. Konvoi 1000 sepeda motor mendukung BNK Surabaya adalah salah satu kesuksesan mereka. Event-event pentas seni pun banyak dilakukan, aksi-aksi kampanye dalam berbagai kegiatan bakti sosial pun juga terselenggara. Sasaran dan peserta kegiatan mereka banyak didominasi anak-anak muda. Pada masa mereka inilah Logo dan Slogan Drug Free Community dibuat oleh mereka sendiri… Dari Kita… Oleh Kita… Untuk Bangsa…

Baik tahun 2002-2004 dan 2007-2009, semua kegiatan merujuk pada satu tema tentang kepedulian pada bahaya narkoba. Meskipun peringatan Hari AIDS Se Dunia pun sering diselenggarakan tetapi konsen utama tetaplah gerakan anti narkoba, mencegah remaja/anak muda terjerumus penyalahgunaan narkoba. Hingga saat akhir tahun 2009 DFC diundang oleh badan Narkotika Propinsi untuk membantu penanganan pecandu, maka mulai ada perubahan fokus kerja DFC.

Tahun 2010-2011, menjadi tahun yang cukup rumit memadukan dua dunia yang berbeda, antara relawan-relawan DFC yang masih muda dengan pecandu-pecandu dampingan yang tergabung dalam AfterCare Mahameru, yang relative secara usia sudah tua bahkan mereka juga sudah berkeluarga. Benturan demi benturan konsep kerja, tujuan, dan kepentingan antara relawan DFC yang muda-muda dengan pecandu dampingan yang cukup umur menjadi tahun yang relative kontra produktif. Satu sisi ada banyak kegiatan tetapi di sisi lain ada kenyamanan yang terusik. Pada tahun ini satu demi satu fasilitas Sekrewtariat mulai ada kembali, seperti listrik dan air. Seiring berjalannya usia para relawan mengulang kisah kakak-kakak mereka terdahulu, satu demi satu mereka mulai llus kuliah, bekerja, dan menikah.

Tahun 2010-2011, pada masa ini mulai ada metamorfosa konsen kegiatan. Berawal mendampingi pecandu, yang sebagian adalah positif HIV dan AIDS, DFC kemudian dikenalkan pada istri-istri para pecandu. DFC mulai mengenal lebih jauh apa itu HIV dan AIDS. Semakin banyak mengenal penderita HIV dan AIDS ada konsen baru program kerja DFC, mendampingi perempuan-perempuan penderita HIV yang tertular dari suami mereka yang pecandu.

Angka 12… bisa dimaknai sebagai tahun 2012, tepat tanggal 13 Maret 2012 disosialisasikan keberadaan Sekretariat sebagai shelter/rumah singgah sementara untuk membantu pasien-pasien penderita HIV dari luar kota yang berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Juni 2012, menjadi awal DFC membantu pasien-pasien miskin dan terlantar untuk mendapatkan akses pelayanan dan pengobatan yang dijamin oleh Negara. Selanjutnya DFC mulai aktif membantu teman-teman ODHA yang kesulitan didalam mendapatkan akses pelayana kesehatan di Poli UPIPI RSUD Dr. Soetomo.

Angka 13… adalah metamorfosa nyata bahwa DFC sebagai lembaga independen ternyata mampu secara fleksibel melakukan advokasi kesehatan bukan hanya bagi penderita HIV tetapi juga penderita non HIV. Pada September 2013, DFC mendeklarasikan program pendampingan pasien masyarakat marginal dalam sebuah Program Advokasi Kesehatan masyarakat Tidak Mampu di RSUD Dr. Soetomo.

Tahun 2012 – 2013, relawan DFC banyak dari penderita HIV sendiri, secara sukarelawan tanpa dibayar mereka saling mendukung dan melengkapi membantu pasien-pasien tidak mampu dan atau terlantar yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo, khussnya di Poli UPIPI. Maka Slogan DFC… Dari Kita… Oleh Kita… Untuk Bangsa… adalah sesuai dengan kondisi saat ini…

11 – 12 – 13… menjadi angka-angka yang cukup berarti untuk menjelaskan metamorfosa Drug Free Community… Kepedlian kami tetaplah untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara dengan berpihak kepada keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ditulis oleh Mila Machmudah

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s