Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Endang… Profil Penderita AIDS Tahan Banting…

2 Komentar

“diguyang banyu ga teles… diobong geni ga kobong”

Endang, panggilan perempuan dengan nama lengkap Endang Rinitorini, lahir di Surabaya tahun 1968. Janda ditinggal mati dengan 3 anak  (satu juga sudah meninggal) dan satu cucu yatim piatu.

Di umur 20 tahunan menikah dengan laki-laki dari Menado tanpa restu keluarga suaminya. Dalam pernikahan ini dikaruniai 3 (tiga) orang anak, satu laki-laki dan dua perempuan. Ketika anak-anak masih kecil sang suami kembali ke Menado dan tanpa kabar. Singkat cerita dia berangkat ke Menado untuk mencari suaminya, sampai disana ternyata sang suami sudah dinikahkan kembali oleh keluarganya dengan perempuan lain. Dalam kondisi kecewa dan kelaparan di kampung orang, dia terjebak dalam lingkaran seks komersial (prostitusi) dan narkoba untuk mempertahankan hidup. Dari kisah hidup inilah Endang tertular virus HIV.

Seperti penderita-penderita HIV lainnya, saat pertama mengetahui dirinya positif HIV maka dunia terasa seperti kiamat, takut dan sedih menghempaskannya dalam rasa putus asa. Dia merasa jijik dengan tubuhnya, dia takut anak-anaknya tertular virus bila berdekatan dengan dia. Suami kedua nya memberikan semangat untuk terus bertahan karena hidup mati bukan ditentukan oleh virus tetapi oleh takdir. Saat dia sudah mulai semangat, suaminya meninggal kecelakaan dihantam truk, tidak berselang lama putrinya meninggal dunia setelah melahirkan anak laki-laki. Suami putrinya beserta keluarganya ingin merebut anak yang baru dilahirkan. Dalam kondisi tersebut Endang beserta dua anak dan satu cucu kembali ke Surabaya dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kembali di Surabaya, Endang dan anak cucunya tinggal di rumah sempit di perkampungan padat penduduk daerah Dinoyo, Tegalsari, Surabaya. Perempuan tangguh ini dengan cara dan bahasanya yang sederhana dan semangat meledak-ledak mampu meyakinkan orang-orang di sekitarnya untuk bisa menerima dia dengan satus penderita HIV, dia sangat terbuka untuk mengatakan bahwa dirinya adalah ODHA. Dinoyo bisa jadi merupakan satu-satunya kampung yang secara terbuka menerima kehadiran penderita HIV di tengah-tengah mereka tanpa stigma dan atau pun diskriminasi. Endang, perempuan yang cuma lulus SMP mampu meyakinkan masyarakat di sekitarnya bahwa virus HIV tidak menular hanya karena hidup bersama.

Perempuan yang hobby karaoke dan memang suaranya mantab ini memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya berbagi pengetahuan dan semangat untuk penderita baru HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai Relawan Kesehatan. Mendampingi pasien-pasien baru menjelaskan bagaimana mengkonsumsi obat/ARV dengan baik dan benar, memberikan dorongan semangat agar tidak dikalahkan oleh virus yang menggerogoti kekebalan tubuh. Bersama relawan-relawan DFC yang lain saling bersinergi membantu bagaimana mengakses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

endang Rinitorini

Endang atau Rini atau Sude panggilan akrabnya adalah perempuan tangguh yang berani melepaskan masa lalu kelamnya dan sangat mendukung penutupan lokalisasi karena buat dia rejeki akan datang dari manapun dan harta yang diperoleh dari hasil haram tidak akan membawa berkah. Meski miskin dia yakin bahwa Allah tidak akan membiarkan dia dan anak cucunya kelaparan dan atau menderita bila dia semangat untuk bekerja secara halal dan ikhlas berbagi dengan sesamanya yang membutuhkan. Cita-citanya untuk menghabiskan masa tuanya cukup sederhana yaitu memiliki warung kopi, dimana dia bisa menghabiskan waktu dengan menjadi konselor tanpa ijasah, dia ingin berbagi semangat bagaimana dia bisa keluar dari ketergantungan pada narkoba, bagaimana dia berjuang untuk tetap sehat meski virus ada dalam tubuhnya, dia juga ingin berbagi informasi bagaimana hidup bersama penderita HIV.

Meminjam istilah yang sering dia sampaikan ke banyak orang tentang dirinya… diguyang banyu ga teles… diobong geni ga kobong…. (diguyur air tidak basah… dibakar api tidak terbakar)… perempuan tangguh yang kami miliki…

duduk sebelah kiri bersama Srikandi GRANAT Indonesia

duduk sebelah kiri bersama Srikandi GRANAT Indonesia

menggunakan topi dan selendang ungu saat peringatan HAS 2012

menggunakan topi dan selendang ungu saat peringatan HAS 2012

Kaos Merah saat pertemuan dengan dampingan dan Yayasan Hotline

Kaos Merah saat pertemuan dengan dampingan dan Yayasan Hotline

Endang menemani Dika (alm) saat baru saja ibunya meninggal, 3 minggu kemudian Dika meninggal...

Endang menemani Dika (alm) saat baru saja ibunya meninggal, 3 minggu kemudian Dika meninggal…

Untuk bisa berbincang-bincang, konsultasi, curhat, bahkan pendampingan pengobatan bisa langsung menghubungi nomor HP mbak Endang berikut ini;

0812 3147 5169  –  0857 4668 9843

Iklan

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

2 thoughts on “Endang… Profil Penderita AIDS Tahan Banting…

  1. Semangat terus mbak Rini….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s