Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

HAK Anak Lahir Tanpa HIV…

Tinggalkan komentar

Tepat 1 Januari 2014, membuka lembar Tahun baru dengan berita duka. Sebut saja Angel, ADHA (Anak dengan HIV & AIDS) Balita umur 2 tahun meninggal dunia, satu dari 29 ADHA dampingan DFC yang baru saja mendapatkan bantuan dana biaya pendidikan/kesehatan dari Kementrian Sosial Desember 2014. Belum sempat dana dalam rekening tabungan dicairkan untuk membeli susu, ternyata takdir berkehendak lain. Kematian mungkin adalah yang terbaik buat dia, sejak lahir harus bergelut melawan HIV di tubuh mungilnya, terlebih virus sudah menyerang ke dalam saraf yang  menyebabkan lumpuh dan buta.

Angel, ADHA Balita bukan satu-satunya bayi yang terinfeksi HIV, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sampai dengan 31 Oktober 2013 (update terakhir 26 Desember 2013) ada 1.279 kasus penularan HIV dari transmisi kelahiran. Berikut berdasarkan golongan umur tercatat jumlah anak dengan AIDS adalah :

Gol Umur

AIDS

<1

185

1 – 4

824

5 – 14

362

Total

1.371

Kelahiran bayi-bayi terinfeksi HIV ini banyak tidak disadari orang tuanya, banyak kasus justru orang tua baru diketahui positif HIV setelah anaknya sakit atau meninggal karena terinfeksi HIV. Tujuan seseorang memiliki anak seringkali hanya sebagai romantisme sepasang suami istri yang merasa belum lengkap tanpa kehadiran anak, sehingga kelahiran anak bukan lagi menjadi HAK Anak tetapi lebih menjadi HAK suami istri atau HAK ayah ibu.

Bila kita menempatkan kelahiran sebagai HAK Anak maka sudah sepantasnya kita merencanakan dan mempersiapkan kelahiran bayi baru dengan baik. HAK seorang anak dilahirkan dengan kondisi SEHAT, maka sudah sepantasnya orang tua TIDAK menularkan HIV kepada bayi-bayinya. Saat ini sudah ada program pencegahan penularan HIV dari transmisi kelahiran yaitu Prevention of Mother to Child HIV Transmission (PMTCT). Bagi orang tua yang positif HIV disarankan untuk tidak memiliki bayi karena ada resiko tinggi bayi akan terlantar bila kehilangan orang tuanya lebih cepat. Dalam program PMTCT ini juga melarang ibu memberikan ASI, sedangkan kita semua tahu bahwa ASI adalah yang terbaik untuk seorang bayi. Bayi tanpa ASI sesungguhnya juga mengurangi HAK Anak untuk tumbuh sehat dan cerdas.

Memiliki anak oleh sebagian orang dianggap HAK, maka siapapun orang termasuk orang-orang terinfeksi HIV berhak memiliki anak. Selain HAK maka ada KEWAJIBAN yang menyertai, begitu pula dengan orang-orang yang terinfeksi HIV ingin memiliki anak maka dia wajib;

  1. Mengikuti program PMTCT demi mencegah penularan virus melalui transmisi kehamilan dan kelahiran
  2. Mempersiapkan susu formula dan nutrisi tambahan untuk mengganti ASI yang terlarang untuk diberikan pada bayi

Bagaimana kita bisa mencegah agar tidak ada bayi-bayi baru yang dilahirkan dengan disertai virus HIV????

  1. Bila kita adalah orang-orang yang berperilaku resiko tinggi tertular HIV maka sebaiknya kita segera melakukan tes HIV. Perilaku-perilaku beresiko tinggi adalah seks bebas dan narkoba jarum suntik. Meskipun kita hanya satu kali saja melakukan hubungan seks dan atau pun menggunakan jarum suntik tidak steril maka kita sudah masuk orang-orang beresiko karena kita tidak akan pernah tahu bahwa pasangan seks atau partner jarum suntik kita positif HIV atau tidak.
  2. Bila kita akan menikah sudah sepantasnya kita juga memiliki HAK untuk meminta pasangan kita secara bersama-sama melakukan tes HIV, memiliki pasangan yang sehat adalah HAK setiap orang.
  3. Bila kita telah melakukan tes HIV dan ternyata positif maka sudah sepantasnya kita WAJIB tidak menularkan kepada siapapun, baik kepada pasangan hidup kita dan atau pun kepada anak yang ingin kita miliki.

Tahukah anda bahwa kasus HIV yang terdeteksi sampai bulan Oktober 2013 tercatat 118.792 kasus HIV dan 45.650 kasus AIDS, total semuanya adalah 164.442 orang.  Bagaikan gunung es yang muncul di atas hanyalah sebagian kecil saja. Dari 45.650 kasus AIDS penularan tertinggi adalah dari aktifitas seksual, dari faktor resiko heteroseksual mencapai 27.782 kasus dan homo – biseksual 1.134 kasus. Penggunaan jarum suntik juga merupakan faktor resiko tinggi penularan HIV mencapai 7.962 kasus.

Faktor Resiko

AIDS

Heteroseksual

27.782

Homo – Biseksual

1.134

Jarum suntik narkoba

7.962

Transfusi darah

92

Transmisi perinatal

1.279

Tidak diketahui

7.147

Tahukah anda bahwa penderita AIDS dari kalangan anak muda cukup tinggi, ada 17.188 kasus AIDS dengan kisaran usia 15-29 tahun. Ini baru kasus AIDS yang terdeteksi bagaimana dengan kasus yang masih stadium HIV, bagaimana dengan yang belum/tidak terdeteksi. Wajah cantik dan tampan bukan jaminan dia bebas HIV bila perilaku mereka beresiko tertular HIV. Sudah saatnya kita SADAR DIRI segera PERIKSAKAN DIRI kita bebas dari virus HIV. Sudah saatnya kita juga tahu status pasangan kita karena kita punya HAK untuk tidak tertular. Mengetahui sejak dini kondisi kita akan membantu untuk terapi pengobatan agar kualitas kesehatan tetap terjaga. Tes HIV sebelum NIKAH bukan dalam konteks STIGMA atau DISKRIMINASI tetapi setiap orang memiliki kewajiban untuk mencegah lahirnya bayi-bayi baru agar tidak terinfeksi.

Sudah saatnya kita dan pasangan kita untuk tes HIV !!!

atau biasa disebut VCT (Voluntary Counseling Testing)….

Rumah Sakit/Puskesmas di Surabaya yang melayani VCT :

No.

Rumah Sakit/Puskesmas Alamat No. Telepon

1.

RSUD Dr. Soetomo Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 6-8 031 5014077/5501011

2.

RSAL Dr. Ramelan Jl. Gadung No. 1 /Jl. A-Yani No. 1 031 8438153/8438453

3.

RSUD Menur Jl. Menur No. 120 031 5022436

3.

RS Bhayangkara Jl. A –Yani No. 116 031 8296602

4.

RSUD Dr. Soewandhi Jl. Tambakrejo No. 45-47 031 3717141

5.

Puskesmas Perak Timur Jl. Jakarta No. 9 031 3524247

6.

RS Karang Tembok Jl. Karang Tembok No. 39 031 3713836

7.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Jl. Perak Timur No. 514-516 031 3293901

8.

Puskesmas Putat Jaya Jl. Kupang Gunung Barat VI/25 031 3524247

9.

Puskesmas Sememi Jl. Raya Kendung Sememi 031 7413631

Penulis Mila Machmudah

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s