Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Siapa bilang orang miskin/terlantar ditolak Rumah Sakit….

Tinggalkan komentar

Seringkali kita membaca berita bahwa ada Rumah Sakit menolak pasien miskin berobat karena tidak mampu menyediakan uang muka biaya pengobatan. Seringkali kita juga mendengar kabar kabar bahwa orang miskin memilih berobat ke dukun dari pada ke Rumah Sakit karena tidak punya uang. Banyak cerita pasien miskin di Rumah Sakit sering mendapatkan perlakuan yang berbeda disbanding pasien umum. Tidak sedikit kita juga dipertontonkan orang-orang sakit jiwa yang dipasung atau dirantai karena keluarga sudah tidak mampu membiayai pengobatannya.

UUD 1045 Pasal 34 secara jelas menyebutkan bahwa orang miskin dan terlantar dipelihara oleh Negara. Bagaimana sesungguhnya implementasi program tersebut secara nyata di masyarakat. Apakah benar Negara sudah melaksanakan perintah UUD tersebut. Dalam konteks hukum dan perundang-undangan sudah ditetapkan Undang Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No.24 Tahun 2012 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 1 Januari 2014 adalah awal diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Bagaimana dengan pelaksanaan di lapangan???

Dalam tulisan ini tidak akan dibahas berita-berita yang pernah diterbitkan dari berbagai media. Kami akan bercerita kejadian yang kami lihat sendiri, sederhananya tulisan ini adalah sebuah testimoni. Drug Free Community sudah cukup sering menangani kasus pasien terlantar sejak tahun 2012. Awalnya memang banyak kendala, berjalannya waktu kami belajar dari berbagai kendala dan memperbaiki koordinasi dengan pihak terkait, akhirnya kami mendapatkan kemudahan dan kemudahan.

Kali ini kami akan menulis kasus yang baru saja terjadi, 26 Januari 2014.

Jam 16.30 WIB, kami mendapatkan telpon dari Kak Fajar relawan ORCIKS (Organisasi Cinta Kasih Surabaya), mengabarkan bahwa salah satu adik dampingannya sakit panas batuk kurang lebih 3 minggu dan akan di bawa ke Rumah Sakit. Kami katakana padanya untuk segera membawa ke IRD RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan bilang ke bagian loket bahwa pasien adalah warga miskin/terlantar dampingan LSM dan meminta untuk dapat PIUTANG. Sengaja kami tidak segera menuju IRD karena kami ada relawan yang memang 24 jam siaga di RSUD Dr. Soetomo bila dibutuhkan, agar Kak Fajar bisa melakukan advokasi mandiri. Setengah jam kemudian ada telpon lagi dari Kak Fajar yang mengatakan sudah sampai di IRD dan anak yang sakit sudah ditangani dokter jaga tanpa satu rupiah pun bayar. Cerita Kak Fajar dia langsung diberikan berkas status untuk diserahkan ke Dokter yang menangani pasien setelah cukup mengatakan bahwa pasien adalah warga miskin dampingan LSM dan akan diurus Surat Miskin/Terlantarnya hari Senin, 28 Januari 2014. Tahap satu pendaftaran pasien dilewati Kak Fajar dengan mudah tanpa biaya tanpa jaminan.

Sebelum cerita lebih lanjut, sekilas tentang ORCIKS adalah satu komunitas anak muda yang memiliki kepedulian untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak marginal yang berada di sekitar Taman Prestasi Jalan Ketabang Kali Surabaya. 1 Januari kemarin tepat 3 Tahun mereka eksis secara mandiri membiayai kegiatan-kegiatannya. Mereka setiap Sabtu dan Minggu mendampingi belajar dan memberikan ketrampilan-ketrampilan di Taman Prestasi. Adik-adik dampingan mereka sekitar 50 anak mulai dari belum sekolah sampai anak usia SMA. Mereka membahasakan diri pada adik-adiknya dengan sebutan Kakak, mereka ada sekitar 20 Kakak.

ORCIKS 2013... indahnya kebersamaan Kakak-kakak yang indah hatinya bersama adik-adik dampingan yang cantik dan ganteng

ORCIKS 2013… indahnya kebersamaan Kakak-kakak yang indah hatinya bersama adik-adik dampingan yang cantik dan ganteng di Taman Prestasi Surabaya saat HUT ORCIKS ke-2

Kembali ke kasus, adik kecil mereka yang sakit adalah Isma umur 11 tahun, kelas 4 SD segera ditangani paramedis di IRD seperti pasien-pasien yang lain tanpa ada diskriminasi perlakuan pada pasien dan atau keluarga pasien. Tahap kedua adalah menebus resep dan tindakan-tindakan medis lainnya. Setelah melakukan observasi awal dokter memberikan resep yang harus segera ditebus, pergilah Kak Fajar ke apotik dan kami hanya melihat dari belakang setelah menerangkan cara menebus resep yaitu dengan membawa berkas status pasien. Tidak lama kemudian Kak Fajar datang dengan membawa obat dan alat yang diperlukan untuk tindakan medis selanjutnya. Tahap Kedua menebus resep berhasil juga dilewati oleh Kak Fajar tanpa biaya tanpa jaminan.

Isma... Adik dampingan ORCIKS...

Isma… Adik dampingan ORCIKS… Senyum semangat untuk sembuh…

Selanjutnya pasien menjalani perawatan dengan diagnose TB dan harus opname dengan berbagai tindakan medis yang diperlukan. Sekitar Minggu dini hari pasien dipindahkan di ruang rawat inap anak Bona 2 RSUD Dr. Soetomo tanpa harus membayar satu sen pun ke kasir IRD. Ketika pasien masih dirawat di IRD kakak-kakak ORCIKS yang lain datang untuk berkunjung dan BELAJAR bagaimana mengakses pengobatan bagi masyarakat miskin/terlantar yang dijamin oleh Negara. Ada Kak Eko, Kak Indra, Kak Nay, Kak Intan, Kak Yulia, Kak Hita, dan Kak Yunita. Dari Drug Free Community ada saya dan Danu Marmansyah, selain Fasilitator di DFC Danu adalah salah satu Penasihat di ORCIKS. Tahap Ketiga pasien meninggalkan IRD dan masuk ruang rawat inap masih tanpa biaya dan tanpa jaminan.

dari kiri ke kanan... Mas Danu Marmansyah Fasilitato DFC dan Penasihat ORCIKS, MIla Machmudah Leader DFC, dan Kak Fajar pendamping dari ORCIKS...

dari kiri ke kanan… Mas Danu Marmansyah Fasilitato DFC dan Penasihat ORCIKS, MIla Machmudah Leader DFC, dan Kak Fajar pendamping dari ORCIKS…

Pagi hari Kak Fajar yang masih setia mendampingi pasien dan keluarga diberi resep obat untuk ditebus di apotik Rumah Sakit. Datanglah Kak Fajar ke apotik, sampai disana Kak Fajar menyerahkan resep dan bicara ke petugas apotik bahwa pasien adalah warga miskin/terlantar dampingan LSM. Kali ini Kak Fajar gagal menebus obat, bukan karena harus bayar tetapi Kak Fajar tidak memiliki ID Card LSM. Segera Kak Fajar menghubungi Cak Di relawan kami DFC yang memang siaga di UPIPI 24 Jam. Empat relawan kesehatan kami memang dilengkapi ID Card dan Surat Tugas terkait dengan program kerja kami ADVOKASI Kesehatan di RSUD Dr. Soetomo. Segera Cak Di meluncur ke apotik anak yang kebetulan jaraknya cukup dekat dengan UPIPI. Tahap Keempat menebus obat saat pasien sudah di ruang rawat inap dapat diselesaikan tanpa biaya tanpa jaminan tetapi harus dengan menunjukan ID Card.

Cak Di... Relawan Kesehatan DFC

Cak Di… Relawan Kesehatan DFC

Bagaimana dengan kakak-kakak ORCIKS yang lain???? Setelah proses belajar singkat di IRD, ada pembagian tugas di antara mereka. Sebagian besok Hari Senin akan mengurus Surat Keterangan Terlantar untuk mendapatkan Jaminan Sosial Kesehatan, dimulai dari Kelurahan setempat adik Isma tinggal yaitu Kelurahan Ketabang Kali untuk mendapatkan Surat Keterangan bahwa pasien benar berdomisili terakhir di sekitar daerah Ketabang Kali/Simpang Dukuh. Selanjutnya Surat Keterangan tersebut akan dibawa ke Dinas Sosial Kota Surabaya untuk mendapatkan Surat Keterangan Terlantar yang dipergunakan untuk pembebasan biaya Rumah Sakit. Setelah mendapatkan Surat Keterangan terlantar dari Dinas Sosial Kota Surabaya maka surat akan dibawa ke pengendali ASKES/BPJS.

Bagaimana kisah kakak-kakak ORCIKS yang indah hatinya mengurus surat-surat tersebut akan kami ceritakan berikutnya….

ORCIKS - Semen Gresik ORCIKS Berkreasi dengan Barang Bekas ORCIK Romadhon 2013

Iklan

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s