Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia

Sociopreneur, Pemberdayaan Masyarakat Marginal Berbasis Wirausaha

Tinggalkan komentar

Sociopreneur adalah singkatan dari Socio dan Entrepreneur, sebuah konsep baru yang akan dikembangkan oleh Drug Free Community bekerja sama dengan Koperasi Cak Ning Surabaya. Sociopreneur adalah sinergitas program kerja pemberdayaan sosial masyarakat berbasis wira usaha. DFC sebagai lembaga sosial terpanggil untuk turut berperanserta memberdayakan masyarakat, kkhususnya kelompok-kelompok masyarakat marginal dampingan.

Program pemberdayaan masyarakat marginal dampingan berbasis wirausaha sebenarnya bukan sesuatu yang baru tetapi belum digarap dengan baik, khususnya di bidang pemasaran. Selama 7 tahun perjalanan Drug Free Community setidaknya ada tiga kelompok masyarakat yang menjadi tanggung jawab pendampingan. Kelompok masyarakat tersebut adalah (1) Generasi Muda, (2) Mantan Pecandu, dan (3) Perempuan dan atau Keluarga Penderita HIV dan AIDS.

Pertama, adalah kelompok Generasi Muda, mereka ini adalah relawan-relawan DFC yang memiliki kepedulian terhadap masalah penanggulangan bahaya narkoba dan penularan HIV dan AIDS. Pendampingan pada mereka adalah pembentukan kapasitas dan jati diri dengan memberikan mereka wadah organisasi untuk pengembangan diri. Di antara mereka ada yang membuka usaha Kaos Opo Jare, usaha kaos dengan mengkhususkan pada desain khas berkarakter Surabaya. Salah satu desainnya adalah kaos atribut DFC warna Hitam dan Hijau. Selengkapnya tentang mereka bisa dibaca di sini.

Sementara masih di pedestrian Jalan Raya Darmo saat 'care free day" kedepan harus ada outlet sendiri

Sementara masih di pedestrian Jalan Raya Darmo saat ‘care free day” kedepan harus ada outlet sendiri

Wira Usaha lain adalah sebuah Event OrganizerInsbreak Pratama Indonesia”, EO ini digawangi oleh Relawan DFC yang memang konsen di bidang entertainment/hiburan. Keterlibatan DFC di awal perkembangannya adalah memberikan dukungan jaringan, misal memberikan dukungan untuk birokrasi perijinan untuk event-event yang membawa misi Stop Narkoba. Beberapa kegiatan kampanye DFC dengan pendekatan entertainment diorganisir oleh “Insbreak Pratama Indonesia”. Mulai dari artis lokal sampai artis Nasional seperti Viera pernah didatangkan. II masih tetap bertahan dan cukup mandiri hingga saat ini. Salah satu keiatan DFC bersama ”insbreak Indonesia” dapat dilihat dalam dokumentasi foto berikut ini.

Malam Renungan AIIDS – Mei 2010

KAZA Surabaya Community 2010

Charity Colour’s of National Education Day With Changcuters

Hari AIDS Se-Dunia 2011

DFC - After Care - dan Kaza Community

DFC – After Care – dan Kaza Community

SMK Mahardika - DFC & Tipe-X 18 Juni 2011

SMK Mahardika – DFC & Tipe-X 18 Juni 2011

Kedua, adalah kelompok Mantan Pecandu yang tergabung di dalam organisasi AfterCare Mahameru (ACM) yang didukung dana oleh Badan Narkotika Nasional. Pelatihan sablon dan pembuatan film pernah dilakukan tetapi karena sebagian besar pecandu masih kambuh (relaps) maka bisa dibilang program ini tidak dapat berlangsung terus, dan ACM pun bisa dibilang mati bersama dengan kematian pendirinya. Program ini akan DFC evaluasi kembali untuk dapat dikembangkan di program kerja berikutnya, dimana DFC masih ada peluang untuk menyelenggarakan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Berbasis Orientasi Nilai yang rencananya bekerjasama dengan Kajian Humaniora Kesehatan Puslitbangkes Kementria Kesehatan RI di Surabaya. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dapat dibaca di tulisan sebelumnya DFC Vs. AferCare Mahameru dan Kajian Rehabiltasi Berbass Masyaraat di Banyuwangi.

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pembatas buku media sosialisasi IPWL dan VCT di Suabaya

Pembatas buku media sosialisasi IPWL dan VCT di Suabaya

Ketiga, adalah kelompok Perempuan dan atau Keluarga Penderita Positif HIV dan AIDS. DFC selama ini hanya bersifat support modal usaha untuk perempuan positif dampingan, masih cukup terbatas beerapa orang saja. Memberikan modal usaha untuk menjual baju secara kredit, sepertinya tidak berjalan dengan baik. Tidak adanya jiwa wirausaha baik dari sisi kami dan dampingan menjadikan usaha ini berakhir dengan bangkrut.

Saat ini DFC mendampingi anak-anak dengan HIV dan AIDS yang erinfeksi orang tua. Anak-anak ini jelas masih memiliki kesempatan hidup lebih panjang, usia tertua dari anak dampingan yang terbukti masih sehat sudah mencapai usia 17 tahun, semoga dengan terapi pengobatan mampu terus bertahan seperti anak-anak yang lain tumbuh dewasa hingga tua. Anak-anak ini pasti membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit, terutama harus dijaga asupan gizinya dengan ekstra. Bagaimana caranya untuk para orang tua dan atau wali dapat memenuhi kebutuhan hidupna dan anak-anaknya maka menjadi pemikiran kami untuk dapat memberdayakan mereka secara ekonomi. Berdasarkan pengalaman di atas, menjadikan mereka wirausahawan sepertinya sulit, karena butuh kemampuan tersendiri sedangkan mereka tidak memungkinkan diajak berpikir berat. Atas dasar itulah kami mencoba konsep baru pemberdayaan ekonomi mereka dengan model Socipreneur.

Program Sociopreneur ini adalah sinergitas pemberdayaan sosial dan wira usaha. Secara teknis sederhana kita membagi unsur wira usaha dalam dua kategori yaitu kegiatan produksi dan pemasaran. Program ini adalah kerjasama antara Drug Free Community dengan Koperasi Cak Ning Surabaya. Kewajiban DFC adalah motivasional dan produksi, sedang KCNS bertanggung jawab di dalam memasarkan hasil produksi. Insya Allah program ini akan kami ajukan pembiayaannya kepada pemerinttah daerah baik tingkat Kota/Kabupaten, Propinsi, dan atau Nasional. Tidak menutup kemungkinan akan kami ajukan juga pada CSR (Coorporate Social Responbility) atau PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan perusahaan-perusahaan Swasta dan BUMN/BUMD.

Selama ini DFC cukup mandiri membiayai seluruh kegiatannya hanya dengan dukungan para donatur relawan dan simpatisan. Beberapa kegiatan lebih berpola kerjasama sponsorship. Memperhatikan semakin kompleks permasalahan yang harus dicarikan solusi maka sudah saatnya DFC harus bisa menyerap anggaran dari Pemerintah dan Perusahaan-perusahaan. Sociopreneur bukan program berorientasi meperkaya lembaga tetapi beorientasi memperkaya dampingan dengan harapan mereka dapat mandiri dan madani.

Iklan

Penulis: Kawan PELANGI "Memanusiakan Manusia Indonesia"

Kawan PELANGI adalah metamorfosa dari Drug Free Community yang dideklarasikan tanggal 5 Oktober 2007 Memiliki Visi Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s