Kawan PELANGI

Memanusiakan Manusia Indonesia


Meninggalkan komentar

Narasumber Peringatan HAS 2014 Kota Surabaya

 

Narasumber DFC berfoto bersama dengan masyarakat, baju Merah adalah Relawan Kesehatan Endang Rini, sebelah kanan berhijab coklat adalah Ketua Drug Free Community, dan paling ujung kan an adalah Ketua Umum Kawan PELANGI Luthfi Nurzaman

Narasumber DFC berfoto bersama dengan masyarakat, baju Merah adalah Relawan Kesehatan Endang Rini, sebelah kanan berhijab coklat adalah Ketua Drug Free Community, dan paling ujung kan an adalah Ketua Umum Kawan PELANGI Luthfi Nurzaman

Dalam rangkaian peringatan Hari AIDS se-Dunia 2014 Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan Seminar dengan Team “Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, dan Masyarakat dari HIV dan AIDS”, tanggal 28 Desember 2014. Tema khususnya terkait dengan perlindungan terhadap anak-anak dengan HIV dan AIDS. Ketua Drug Free Community Mila Machmudah Djamhari, S.Sos. diundang sebagai narasumber.

Selain DFC juga diundang sebagai narasumber adalah perwakilan Kementrian Hukum dan HAM Jawa Timur, Sekretaris KPA Kota Surabaya, dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur. DFC diundang dikarenakan komitmen dan kepedulian DFC terhadap permasalahan perempuan dan anak dengan HIV dan AIDS selama dua tahun terakhir. DFC sendiri sudah melakukan pendampingan lebih 50 anak yang dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Pada seminar ini DFC hadir presentasi bersama dengan Relawan Kesehatan DFC Endang Rini, yang juga testimoni pengalaman melakukan pendampingan pasien HIV dari perspektif seorang ODHA juga. Pada kesempatan ini juga bicara Luthfi Nurzaman sebagai perwakilan DFC dari generasi muda. Secara global DFC berbicara perlunya program khusus untuk perlindungan pasien anak terutama yang terlantar.

Seminar ini adalah seminar atau presentasi terakhir sebagai Drug Free Community, selanjutnya per 1 Pebruari 2015 sudah berganti nama menjadi Kawan PELANGI.

Ketua Drug Free Community Mila Machmudah Djamhari, S.Sos.

Ketua Drug Free Community Mila Machmudah Djamhari, S.Sos.

Peserta seminar perwakilan PKM dan Kader Kesehatan se-Surabaya

Peserta seminar perwakilan PKM dan Kader Kesehatan se-Surabaya

 

tmp_IMG-20141224-WA00051258873372


Meninggalkan komentar

Hari AIDS 2014 – Family Gathering ADHA

Desember bagi penggiat HIV dan AIDS merupakan bulan sibuk dengan kegiatan ritual Peringatan Hari AIDS Se-Dunia yang diperingati tiap tanggal 1 Desember. Kawan PELANGI sebagai metamorfosa dari Drug Free Community secara khusus tidak menjadikan momen wajib lagi untuk menyelenggarakan kegiatan, sesungguhnya kepedulian Kawan PELANGI pada penderita HIV dan AIDS bukan hanya sekedar ritual peringatan melainkan lebih kongkrit pada Advokasi Sosial Kesehatan mereka. Pada HAS 2014 ini DFC atau Kawan PELANGI dilibatkan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada peringatan HAS 2014 mengundang DFC atau Kawan PELANGI pada dua kegiatan. Tepat 1 Desember 2014 Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengundang ADHA dan Perempuan Positif dampingan acara Family Gathering di Puskesmas Jagir Surabaya. Hadir pada acara ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita. Pada acara ini diberikan kesempatan pada ADHA berdialog dan atau curhat dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Selain dialog juga ada bingkisan sembako dan boneka untuk anak-anak.  Ibu Febria kepada kami menyampaikan keinginannya pada tahun 2015 dapat menyelenggarakan Shelter untuk perempuan dan anak dengan HIV dan AIDS yang terlantar, tentunya yang berientitas Surabaya.

HAS1

HAS4

HAS3

HAS2


Meninggalkan komentar

Rekreasi Kawan PELANGI untuk ADHA

Kiri Kanan... Ketua umum Kawan Pelangi Luthfi Nurzaman, Ning surabaya, Sekretaris Umum Kawan PELANGI Restu rahayu (Ayu)....
Kiri Kanan… Ketua umum Kawan Pelangi Luthfi Nurzaman, Ning Surabaya, Sekretaris Umum Kawan PELANGI Restu Rahayu (Ayu), dan Penasihat Kwan PELANGI Mila Machmudah…. Sabtu, 13 Desember 2014

Rekreasi bagi anak-anak sudah menjadi kebutuhan penting untuk tumbuh kembang mereka. Bagi masyarakat mampu rekreasi bukan lagi barang mewah, tetapi bagi mayarakat tidak mampu rekreasi adalah mahal. Kawan PELANGI sebagai komunitas yang memiliki kepedulian kepada tumbuh kembang anak-anak dengan HIV dan AIDS memiliki kegiatan REKREASI sebagai prioritas program, yang bertujuan untuk memberikan kebahagiaan pada anak-anak sehingga bisa meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Berbagi BAHAGIA adalah salah satu bagian dari Advokasi Sosial Kesehatan pada penderita HIV sebagai bagian dari pengobatan HIV dan AIDS secara Holistik (Bio Psiko Sosial Kultural)

Agenda rekreasi kali ini adalah rekreasi edukasi jalan-jalan keliling Surabaya dengan Bus Pariwisata Pemerintahan Kota Surabaya. Mengingat jumlah dampingan yang banyak sedang kursi bus pariwisata terbatas 20 kursi maka kegiatan rekreasi dibagi dua sesi, awalnya tanggal 23 Nopember dan 13 Desember 2014. Sehubungan dengan kondisi politik bulan Nopember tidak kondusif karena ada kenaikan BBM maka kegiatan tanggal 23 Nopember ditunda tanggal 11 Januari 2015.

Pada sesi pertama Hari Sabtu, tanggal 13 Desember 2014 acara rekreasi diikuti 22 orang ibu dan anak dengan rute rekreasi Balai Kota Surabaya, Taman Bermain Prestasi, dan Tugu Pahlawan. Pada sesi ini kegiatan rekreasi didampingi oleh Sekretaris Kawan PELANGI kakak Ayu bersama pedamping ADHA Mbak Endang Rini. Sedangkan sesi kedua Hari Minggu, tanggal 11 Januari 2015 diikuti 20 orang ibu dan anak dengan rute Balai Kota Surabaya, Pantai Ria Kenjeran Lama, dan Taman Flora. Untuk sesi ini langsung dipandu oleh Ketua Umum Kawan PELANGI kakak Luthfi Nurzaman.

Melihat mereka bahagia adalah kebahagiaan kami juga, sangat tersentuh saat salah satu bocah laki-laki umur 7 tahun dengan wajah cerianya bertanya “Bunda, siapa yang membayar bis ini”, kami jawab kalau Bis ini ditraktir oleh kak Luthfi, lalu kami tanya “emang kenapa sayang”, dia jawab dengan cepat “terima kasih, ya”, lalu bocah yang lain menjawab “bunda, bis nya bagus”. Bocah yang bertanya tadi berkata lagi “Bunda, kalau uangnya kurang minta ke mamaku uangnya banyak”, sebelumnya mereka mendapat amplop saat diundang syukuran salah satu simpatisan Kawan PELANGI, dan buat mereka uang itu dianggap cukup banyak. Bocah-bocah lucu dan masih lugu, yang belum tahu virus di dalam tubuhnya.

Bukan hanya anak-anak yang bahagia, para ibu-ibu pun cukup bersuka cita. Mereka mengusulkan untuk rekreasi ke luar kota. Kami mengiyakan dengan catatan mereka mau iuran dan mereka sepakat. Tentu saja mereka bukan iuran dengan uangnya sendiri, melainkan setiap bulan Kawan PELANGI ada program Kelompok Dukungan Keluarg (KDK) bekerjasama dengan Yayasan Nurul Hayat yang membberi dukungan uang transport setiap bulannya. Uang iuran adalah tabungan tiap bulan Rp. 10.000 yang dipotong dari uang transport mereka dari YNH, insya Allah akhir tahun 2015 akan diagendakan rekreasi ke luar kota. KDK sendiri diselenggarakan setiap bulan di Hari Minggu awal bulan, yang sudah dimulai mulai tanggal 1 Pebruari 2015.

PELANGI5


Meninggalkan komentar

Anugerah Bung Tomo 2014 Bidang Kesehatan

Foto bersama seluruh relawan yang mendapatkan Anugerah Bung Tomo 2014

Foto bersama seluruh relawan yang mendapatkan Anugerah Bung Tomo 2014

Perjalanan panjang Drug Free Community di dalam aktifitas penanggulangan bahaya narkoba dan penularan HIV dan AIDS kembali mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Dalam rangka Hari Pahlawan, Ketua DFC Mila Machmudah Djamhari, S.Sos. mendapatkan penghargaan Anugerah Bung Tomo 2014 di Bidang Kesehatan. Penghargaan ini sebagai apresiasi atas kinerja Tim Relawan Kesehatan DVC untuk Advokasi Pendampingan Pasien HIV dan AIDS di Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya. Anugerah Bung Tomo ini diselenggarakan di Surabaya, tanggal 5 Desember 2014. Berikut selengkapnya Nominator Anugerah Bung Tomo Award 2014 dapat dibaca di sini.

Foto bersama seluruh relawan yang mendapatkan Anugerah Bung Tomo 2014

Foto bersama seluruh relawan yang mendapatkan Anugerah Bung Tomo 2014

Daftar Nominator Anugerah Bung Tomo 2014

Daftar Nominator Anugerah Bung Tomo 2014

Penghargaan ini adalah penghargaan kedua yang diperoleh DFC setelah mendapatkan apresiasi sebagai Inspiring Woman di program tayangan rutin TVRI Jawa Timur bertajuk Wanita Wanita, yang ditayangkan pada tanggal 17 Oktober 2014. Penghargaan ini memberikan motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Semoga kedepan kami mampu mewujudkan Rumah untuk anak-anak dan perempuan yang memerlukan perlindungan khusus, seperti penderita HIV dan AIDS.

Untuk semua penghargaan yang telah diperoleh, perkenankan kami menghaturkan banyak terima kasih kepada seluruh Relawan dan Simpatisan Drug Free Community yang telah banyak memberikan dukungan, semoga tidak ada yang terlupa kami sebutkan;

1. Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya (TIS)
2. Bidadari
3. Organisasi Cinta Kasih Surabaya (ORCIKS)
4. Couple Community
5. Bunga Langit Production
6. Majelis Pengajian Al Hasan
7. Green Nursing Corp
8. Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku
9. Dinas Kesehatan Kota Surabaya
10. Dinas Sosial Kota Surabaya
11. Seluruh Relawan dan Simpatisan DFC
12. Keluarga Besar Djamhari

Kecintaan akan pekerjaan pendampingan pada pasien-pasien marginal penderita HIIV dan AIDS bukanlah berpamrih pada penghargaan manusia semata, tetapi lebih diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Relawan DFC dan Tim Seleksi ABT 2014 di Poli UPIPI RSUD DR. Soetomo Surabaya

Relawan DFC dan Tim Seleksi ABT 2014 di Poli UPIPI RSUD DR. Soetomo Surabaya

Bersama Cak Di dan Mas Anto, Relawan Kesehatan di Poli UPIPI RSUD DR. Soetomo Surabaya

Bersama Cak Di dan Mas Anto, Relawan Kesehatan di Poli UPIPI RSUD DR. Soetomo Surabaya

Laporan Pertanggungjawaban pada Komunitas pendukung - Tunjungan Ikon Surabaya

Laporan Pertanggungjawaban pada Komunitas pendukung – Tunjungan Ikon Surabaya


Meninggalkan komentar

Sociopreneur, Pemberdayaan Masyarakat Marginal Berbasis Wirausaha

Sociopreneur adalah singkatan dari Socio dan Entrepreneur, sebuah konsep baru yang akan dikembangkan oleh Drug Free Community bekerja sama dengan Koperasi Cak Ning Surabaya. Sociopreneur adalah sinergitas program kerja pemberdayaan sosial masyarakat berbasis wira usaha. DFC sebagai lembaga sosial terpanggil untuk turut berperanserta memberdayakan masyarakat, kkhususnya kelompok-kelompok masyarakat marginal dampingan.

Program pemberdayaan masyarakat marginal dampingan berbasis wirausaha sebenarnya bukan sesuatu yang baru tetapi belum digarap dengan baik, khususnya di bidang pemasaran. Selama 7 tahun perjalanan Drug Free Community setidaknya ada tiga kelompok masyarakat yang menjadi tanggung jawab pendampingan. Kelompok masyarakat tersebut adalah (1) Generasi Muda, (2) Mantan Pecandu, dan (3) Perempuan dan atau Keluarga Penderita HIV dan AIDS.

Pertama, adalah kelompok Generasi Muda, mereka ini adalah relawan-relawan DFC yang memiliki kepedulian terhadap masalah penanggulangan bahaya narkoba dan penularan HIV dan AIDS. Pendampingan pada mereka adalah pembentukan kapasitas dan jati diri dengan memberikan mereka wadah organisasi untuk pengembangan diri. Di antara mereka ada yang membuka usaha Kaos Opo Jare, usaha kaos dengan mengkhususkan pada desain khas berkarakter Surabaya. Salah satu desainnya adalah kaos atribut DFC warna Hitam dan Hijau. Selengkapnya tentang mereka bisa dibaca di sini.

Sementara masih di pedestrian Jalan Raya Darmo saat 'care free day" kedepan harus ada outlet sendiri

Sementara masih di pedestrian Jalan Raya Darmo saat ‘care free day” kedepan harus ada outlet sendiri

Wira Usaha lain adalah sebuah Event OrganizerInsbreak Pratama Indonesia”, EO ini digawangi oleh Relawan DFC yang memang konsen di bidang entertainment/hiburan. Keterlibatan DFC di awal perkembangannya adalah memberikan dukungan jaringan, misal memberikan dukungan untuk birokrasi perijinan untuk event-event yang membawa misi Stop Narkoba. Beberapa kegiatan kampanye DFC dengan pendekatan entertainment diorganisir oleh “Insbreak Pratama Indonesia”. Mulai dari artis lokal sampai artis Nasional seperti Viera pernah didatangkan. II masih tetap bertahan dan cukup mandiri hingga saat ini. Salah satu keiatan DFC bersama ”insbreak Indonesia” dapat dilihat dalam dokumentasi foto berikut ini.

Malam Renungan AIIDS – Mei 2010

KAZA Surabaya Community 2010

Charity Colour’s of National Education Day With Changcuters

Hari AIDS Se-Dunia 2011

DFC - After Care - dan Kaza Community

DFC – After Care – dan Kaza Community

SMK Mahardika - DFC & Tipe-X 18 Juni 2011

SMK Mahardika – DFC & Tipe-X 18 Juni 2011

Kedua, adalah kelompok Mantan Pecandu yang tergabung di dalam organisasi AfterCare Mahameru (ACM) yang didukung dana oleh Badan Narkotika Nasional. Pelatihan sablon dan pembuatan film pernah dilakukan tetapi karena sebagian besar pecandu masih kambuh (relaps) maka bisa dibilang program ini tidak dapat berlangsung terus, dan ACM pun bisa dibilang mati bersama dengan kematian pendirinya. Program ini akan DFC evaluasi kembali untuk dapat dikembangkan di program kerja berikutnya, dimana DFC masih ada peluang untuk menyelenggarakan Rehabilitasi Pecandu Narkoba Berbasis Orientasi Nilai yang rencananya bekerjasama dengan Kajian Humaniora Kesehatan Puslitbangkes Kementria Kesehatan RI di Surabaya. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dapat dibaca di tulisan sebelumnya DFC Vs. AferCare Mahameru dan Kajian Rehabiltasi Berbass Masyaraat di Banyuwangi.

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pelatihan Sablon, Mei 2010

Pembatas buku media sosialisasi IPWL dan VCT di Suabaya

Pembatas buku media sosialisasi IPWL dan VCT di Suabaya

Ketiga, adalah kelompok Perempuan dan atau Keluarga Penderita Positif HIV dan AIDS. DFC selama ini hanya bersifat support modal usaha untuk perempuan positif dampingan, masih cukup terbatas beerapa orang saja. Memberikan modal usaha untuk menjual baju secara kredit, sepertinya tidak berjalan dengan baik. Tidak adanya jiwa wirausaha baik dari sisi kami dan dampingan menjadikan usaha ini berakhir dengan bangkrut.

Saat ini DFC mendampingi anak-anak dengan HIV dan AIDS yang erinfeksi orang tua. Anak-anak ini jelas masih memiliki kesempatan hidup lebih panjang, usia tertua dari anak dampingan yang terbukti masih sehat sudah mencapai usia 17 tahun, semoga dengan terapi pengobatan mampu terus bertahan seperti anak-anak yang lain tumbuh dewasa hingga tua. Anak-anak ini pasti membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit, terutama harus dijaga asupan gizinya dengan ekstra. Bagaimana caranya untuk para orang tua dan atau wali dapat memenuhi kebutuhan hidupna dan anak-anaknya maka menjadi pemikiran kami untuk dapat memberdayakan mereka secara ekonomi. Berdasarkan pengalaman di atas, menjadikan mereka wirausahawan sepertinya sulit, karena butuh kemampuan tersendiri sedangkan mereka tidak memungkinkan diajak berpikir berat. Atas dasar itulah kami mencoba konsep baru pemberdayaan ekonomi mereka dengan model Socipreneur.

Program Sociopreneur ini adalah sinergitas pemberdayaan sosial dan wira usaha. Secara teknis sederhana kita membagi unsur wira usaha dalam dua kategori yaitu kegiatan produksi dan pemasaran. Program ini adalah kerjasama antara Drug Free Community dengan Koperasi Cak Ning Surabaya. Kewajiban DFC adalah motivasional dan produksi, sedang KCNS bertanggung jawab di dalam memasarkan hasil produksi. Insya Allah program ini akan kami ajukan pembiayaannya kepada pemerinttah daerah baik tingkat Kota/Kabupaten, Propinsi, dan atau Nasional. Tidak menutup kemungkinan akan kami ajukan juga pada CSR (Coorporate Social Responbility) atau PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan perusahaan-perusahaan Swasta dan BUMN/BUMD.

Selama ini DFC cukup mandiri membiayai seluruh kegiatannya hanya dengan dukungan para donatur relawan dan simpatisan. Beberapa kegiatan lebih berpola kerjasama sponsorship. Memperhatikan semakin kompleks permasalahan yang harus dicarikan solusi maka sudah saatnya DFC harus bisa menyerap anggaran dari Pemerintah dan Perusahaan-perusahaan. Sociopreneur bukan program berorientasi meperkaya lembaga tetapi beorientasi memperkaya dampingan dengan harapan mereka dapat mandiri dan madani.


Meninggalkan komentar

Sosok Ketua DFC “Inspiring Women” TVRI Jawa Timur

Ketua DFC bersama Host TVRI Ning Azza

Ketua DFC bersama Host TVRI Ning Azza

Menjelang Hari Jadi Drug Free Community ke-7 taggal 5 Oktober 2014, DFC mendapatkan apresiasi dari TVRI Jawa Timur yang memilih Ketua DFC sebagai salah satu sosok Inspiring Woman di dalam program tayangan bertajuk Wanita Wanita. Mila Machmudah Djamhari adalah sosok wanita yang selama ini membidani berdirinya DFC sejak tahun 2007 dan masih konsisten mengawal program-program kerja yang berbasis kemandirian. Acara ini telah ditayangkan pada Hari Jumat, tanggal 17 OKtober 2014.

Apresiasi TVRI ini sesungguhnya adalah penghargaan untuk Kinerja keseluruhan Relawan DFC yang tidak berbilang jumlah dan kontribusinya masing-masing. DFC merupakan lembaga mandiri yang sangat bergantung pada kesolidan para Relawannya, tujuh tahun ukanlah hal yang singkat untuk dapat eksis melakukan pengabdian. Tidak ada hal yang penting dari sebuah organisasi adalah Kerjasama, inilah yang menjadi kekuatan DFC. Sosok Ketua hanyalah sebatas mengorganisasi potensi yang ada. Apresiasi ini terutama diberikan atas kinerja Tim Relawan Advokasi Kesehatan Penderita HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo, khususnya pendampingan anak-anak dan perempuan dengan HIV dan AIDS.

Dokumentasi penayangan acara Wanita Wanita TVRI Jawa Timur episode Sosok Ketua DFC

Dokumentasi penayangan acara Wanita Wanita TVRI Jawa Timur episode Sosok Ketua DFC

Terpilihnya Ketua DFC sebagai Inspiring Woman di dalam program TVRI bertajuk Wanita Wanita ini adalah karena dedikasi dan kecintaannya mendampingi anak-anak yang menderita HIV dan AIDS. Tidak banyak orang yang mau meluangkan waktunya untuk mendampingi ADHA, takut tertular menjadi penghalang anak-anak ini mendapatkan kasih sayang. Selengkapnya advokasi yang telah dilakukan bersama Relawan Kesehatan DFC dapat dibaca dalam blog ini, antara lain :

1. Advokasi Pasien HIV dan AIDS di RSUD Dr. Soetomo

2. Anak-anak dengan HIV dan AIDS berhak Sehat dan Pintar

3. Advokasi Kesehatan untuk Anak-anak Termarginalkan

4. Ramadhan Berkah dan Ceria untuk ADHA

Profil singkat Ketua DFC :

Nama : Mila Machmudah Djamhari
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 13 Maret 1972
Saudara : Anak ke-8 dari 10 bersaudara
Orang Tua : Djamhari (Alm) – Dewi Aminah (Alm)
Purnawirawan AD (Veteran Kemerdekaan)

 

Pendidikan :

SD TPP Khadijah Surabaya1984
SMP Negeri 4 Surabaya 1987
SMA Muhammadiyah 3 Surabaya 1990
Antropologi FISIP Universitas Airlangga Surabaya 1991-1997

 

Organisasi :

1993-1994 Sekretaris Himaprodi Antropologi
1994-1996 Yayasan Nanda Dian Nusantara (Wakil Sekretaris)
1998-2000 DPC PAN Wonokromo (Ketua Kampanye & Pemenangan Pemilu)
2000-2002 DPD PAN Kota Surabaya (Ketua Departemen Sistem Informasi Internal)
2001-2006 DPC GRANAT Kota Surabaya (Sekretaris Eksekutif)
2005-2013 DPD GRANAT Jawa Timur (Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga)
2007- Drug Free Community (Pendiri dan Ketua)
2013- DPW PAN Jawa Timur (Wakil Sekretaris)

Pengambilan gambar oleh TVRI dilakukan pada tanggal 17 dan 18 September 2014, di Kantor DFC, Taman Prestasi, Puskesmas Jagir, dan Villa Doa Yatim Sejahtera.

Relawan Kesehatan DFC untuk Advokasi Pasien HIV dan IDS di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, foto di Sekretariat DFC

Relawan Kesehatan DFC untuk Advokasi Pasien HIV dan IDS di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, foto di Sekretariat DFC

Focus Group Discussion di Taman Pestasi Surabaya

Focus Group Discussion di Taman Pestasi Surabaya

Ayu - Relawan yang bertugas untung birokrasi di Dinas Sosial Kota Surabaya

Ayu – Relawan yang bertugas untung birokrasi di Dinas Sosial Kota Surabaya

Jinal atau dikenal dengan panggilan Mbak Yenny adalah relawan yang 24 Jam di Rumah Sakit

Jinal atau dikenal dengan panggilan Mbak Yenny adalah relawan yang 24 Jam di Rumah Sakit

Sariadi alias Cak Die - 24 Jam siaga di Rumah Sakit

Sariadi alias Cak Die – 24 Jam siaga di Rumah Sakit

Mbak Endang Rini - Konselor tahan banting

Mbak Endang Rini – Konselor tahan banting

Villa Doa Yatim Sejahtera, panti asuhan yang bersedia menerima anak-anak terlantar dan berkebutuhan khusus seperti ADHA

Villa Doa Yatim Sejahtera, panti asuhan yang bersedia menerima anak-anak terlantar dan berkebutuhan khusus seperti ADHA

Suasana di Villa Yatim Sejahtera saat Ashar waktunya baca Alquran

Suasana di Villa Yatim Sejahtera saat Ashar waktunya baca Alquran

Bersama Ustadz Abutaqi Mayestino untuk nasyid Cintaku Karena Allah

Bersama Ustadz Abutaqi Mayestino untuk nasyid Cintaku Karena Allah

 

Bersama Kru TVRI Jawa Timur di Villa Doa Yatim Sejahtera - Pacet Mojokerto

Bersama Kru TVRI Jawa Timur di Villa Doa Yatim Sejahtera – Pacet Mojokerto


Meninggalkan komentar

Ramadhan Ceria untuk ADHA – 2014

Ramadhan datang dan pergi disambut suka cita… Bocah-bocah riang gembira menyambut baju baru… Sementara ada bocah-bocah yang hanya bisa berharap… Ada kasih yang memberi sedikit berkah untuk tertawa bersama temannya…

Bismillahirrahmanirrahim… Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… Ramadhan di tahun ini pun dapat kembali memberikan ceria untuk mereka…

Ramadhan di Tahun 2013 pertama kali DFC mengenal banyak anak-anak yang terinfeksi HIV setelah kasus Dika sebagai pasien pertama ADHA yang DFC turut mendampingi, Juni 2013. Ramadhan (Agustus) 2013 DFC memfasilitasi Yayasan Seribu Cinta dan SMU YPPI 2 untuk berbagi kasih, ada 30 anak dan 20 janda yang mendapatkan bantuan.

22 Juli – Ramadhan 2014, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli, alhamdulillah DFC dapat kembali memberikan berkah ceria kepada ADHA dampingan DFC.  DFC dalam waktu kurang dari 2 pekan, kami mampu menggalang dana berikut ini:

Salah satu bukti transfer dari Sahabat DFC untuk ADHA

Salah satu bukti transfer dari Sahabat DFC untuk ADHA

daftar donasi zakat 2014

Alhamdulillah  dengan dana yang terkumpul sampai dengan tanggal 22 Juli 2014 sebesar Rp. 12.350.000 dan beras Rp. 500.000 dan 310 kg. Pada tanggal 22 Juli kami  mengundang 50 anak, yang hadir ada 44 anak untuk berbagi ceria Ramadhan sekaligu peringatan Hari Anak Nasional. Acara ini diselenggarakan di Poli UPIPI RSUD Dr. Soetomo. Bersama dengan kami acara ini juga didukung oleh Green Nurses Corp – UKM Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya dengan berbagai acara permainan untuk menghibur adik-adik.

Ibu Walikota Surabaya sebenarnya sudah menjadwalkan untuk hadir, tetapi di saat yang bersamaan masih ada rapat dengan DPRD Kota Surabaya, sehingga diwakili oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pada kesempatan itu Pemerintah Kota Surabaya berkenan berbagi Susu Formula untuk anak-anak. Program susu ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak positif HIV, yang selanjutnya mereka bisa mengambil susu formula tiap bulan di PKM terdekat atau yang dianggap nyaman oleh mereka.

Bersama Dinas Perwakilan Kesehatan Kota Surabaya dan Perwakilan UKM Green Nurses Corp Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

Bersama Dinas Perwakilan Kesehatan Kota Surabaya dan Perwakilan UKM Green Nurses Corp Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

IMG-20140915-WA0007

Leader DFC bersama Relawan Kesehatan DFC Ibu Endang Rini berfoto dengan paket kue brownies untuk adik-adik

Leader DFC bersama Relawan Kesehatan DFC Ibu Endang Rini berfoto dengan paket kue brownies untuk adik-adik

Paket Brownis dan Beras

Paket Brownis dan Beras

50 Amplop @Rp.50.000 paket dari salah satu wajib Zakat Maal

50 Amplop @Rp.50.000 paket dari salah satu wajib Zakat Maal

Inilah paket yang dibawa pulang adik-adik... Uang Rp. 200.000, beras 2,5 kg dan 5 kg, Brownis satu kotak, susu kaleng 2 atau 4 dos, dan susu kotak... alhamdulillah bahagia semua....

Inilah paket yang dibawa pulang adik-adik… Uang Rp. 200.000, beras 2,5 kg dan 5 kg, Brownis satu kotak, susu kaleng 2 atau 4 dos, dan susu kotak… alhamdulillah bahagia semua….


Daftar Hadir, 41 anak hadir di UPIPI dan 3 anak sedang rawat inap di Bona. 6 paket selanjutnya diserahkan pada yang  tidak sempat hadir

Daftar Hadir, 41 anak hadir di UPIPI dan 3 anak sedang rawat inap di Bona. 6 paket selanjutnya diserahkan pada yang tidak sempat hadir

Terima kasih yang sebesar-besarnyaepada seluruh Sahabat DFC yang telah berkenan mendukung dan menjadi donatur sehingga acara Ramadhan Ceria Untuk ADHA dapat terselenggara. Terima kasih kepada sahabat dari UKM Green Nurses Corps Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang telah mengajak adaik-adik bermain. Terima kasih pula kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan Program makanan Tambahan Susu untuk ODHA yang berkelanjutan. Terima kkasih untuk sahabat-sahabat Poli UPIPI, ORCIKS, Komunitas Tunjungan Ikon Surabaya, dan seluruh Relawan Kesehatan DFC. Tentunya juga terima kasih kepada seluruh sahabat yang selalu mendukung dan tidak dapat disebutkan satu persatu. Sebagai bentuk transparansi bantuan dari para Sahabat DFC maka berikut ini kami sampaikan laporan perolehan dan pengeluaran bantuan di Rekening ALDA;

alda juli 2014

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.107 pengikut lainnya.